Khotbah Perjanjian Lama

Kehadiran Allah di Padang Gurun

Kehadiran Allah di Padang Gurun (Keluaran 13:17-22)

oleh: Andy Kirana

 

Shalom. Saudara yang dikasihi Tuhan, pada hari ini saya akan membagikan berkat firman Tuhan tentang bagaimana kita menjalani hidup ini sekalipun mungkin Allah menghendaki kita masuk ke padang gurun. Mari kita terima berkat firman Tuhan melalui satu tema yang luar biasa ini, Kehadiran Allah di Padang Gurun.

Kita akan mendasari tema itu dengan Kitab Keluaran pasal 13 ayat 17 sampai dengan ayat 22. Demikian firman Tuhan.

Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: “Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan sehingga mereka kembali ke Mesir.” Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir. Musa membawa tulang-tulang Yusuf, sebab tadinya Yusuf telah menyuruh anak-anak Israel bersumpah dengan sungguh-sungguh: “Allah tentu akan mengindahkam kamu, maka kamu harus membawa tulang-tulangku dari sini.” Demikianlah mereka berangkat dari Sukot dan berkemah di Etam, di tepi padang gurun. Tuhan berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada waktu siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu.

Apa yang Saudara pikirkan tentang padang gurun? Kalau kita berbicara mengenai padang gurun, saya percaya biasanya apa yang ada di dalam pikiran kita adalah sesuatu yang negatif. Betul, Saudara? Ya. Pada saat menghadapi persoalan yang sangat berat, kita mengatakan, “Saat ini aku sedang ada di padang gurun.” Saat kita sedang menderita sakit-penyakit, kita mengatakan, “Saat ini aku sedang mengalami padang gurun.” Padang gurun adalah pengalaman hidup yang menyesakkan, kehidup yang sulit yang harus kita hadapi.

Saudara, itulah pikiran manusia mengenai padang gurun. Namun, pada saat ini saya ingin mengajak Saudara-saudara semua untuk melihat bagaimana Allah berpikir mengenai padang gurun. Karena apa, Saudara? Karena di mata Allah, padang gurun bukan tempat yang berbahaya. Padang gurun bukan hal yang negatif. Padang gurun bukan sesuatu yang sangat mengerikan. Dalam pandangan Allah, padang gurun adalah suatu tempat yang indah. Mari kita ucapkan bersama-sama kebenaran ini. Padang gurun adalah tempat yang indah jika Allah beserta kita. Ya, padang gurun adalah sebuah tempat yang permai, saat Tuhan bersama-sama dengan Saudara dan saya. Sekarang, mari kita perhatikan fakta mengenai padang gurun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *