Renungan Berjalan bersama Tuhan

Keluarga Sejahtera, Keluarga Bahagia

Keluarga Sejahtera, Keluarga Bahagia

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Amsal 31:23-31

“Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri …. Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya …. Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia: Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua. Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri yang takut akan Tuhan dipuji-puji. Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!” (Amsal 31:23,26,28-31)

Sudah 365 hari kita lalui dalam renungan ini, “Berjalan Bersama Tuhan”. Adakah pengalaman-pengalaman indah yang Anda rasakan saat “Berjalan Bersama Tuhan”, saat Tuhan mengingatkan, menegur, meneguhkan, menguatkan, memberikan pengharapan, dan memantapkan Anda dalam melangkahkan kaki? Adakah berkat-berkat Tuhan yang Anda alami selama “Berjalan Bersama Tuhan” dalam setahun ini?

Para suami yang telah mengikuti perenungan “Berjalan Bersama Tuhan”, sudahkah hidup Anda dipimpin oleh Tuhan? Amsal mengatakan bahwa suami-suami yang dikenal di pintu gerbang ketika mereka duduk bersama tua-tua negeri, mereka bukan merumpi, merasani, atau suka omong kosong, melainkan mereka adalah yang kesukaannya belajar kebenaran firman Tuhan, mulutnya selalu berbicara masalah hikmat, berdiskusi tentang hikmat, membahas, dan terus ingin mencari tahu mengenai hikmat. Bukan itu saja, para suami itu mampu memberikan pengajaran dengan lemah lembut. Lidahnya bukan lidah kasar, penuh kebohongan dan kekerasan, melainkan lidah yang lemah lembut, yang mengajarkan kebenaran firman-Nya kepada seluruh anggota keluarganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *