Renungan Berjalan bersama Tuhan

Kembali pada Sumber

Kembali pada Sumber

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Roma 15:1-13

Ketika kita berekreasi ke sebuah danau kecil yang di dalamnya terdapat sumber air yang mengalir deras, maka kita akan merasakan betapa segarnya air itu. Banyak orang akan mencuci tangan, kaki, muka, bahkan ada yang mandi di situ. Air itu begitu sejuk dan sangat segar, memberikan kenyamanan dan ketenangan. Sumber air itu tidak pernah habis, bahkan terus memancarkan air yang semakin deras dan begitu kuat. Jarang sekali ada sumber air yang dapat ditutup. Jika ditutup, maka air itu akan mencari jalan yang lain untuk memancarkan airnya. Sumber itu sulit ditutup, bahkan mungkin tidak bisa dihentikan.

Kata sumber itu dipakai oleh Paulus untuk menjelaskan siapa Allah yang kita percayai. Paulus berkata, “Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus” (Roma 15:5). Allah itu sumber “ketekunan dan penghiburan”. Dia adalah Allah yang setia, Allah yang telaten dalam mendampingi perjalanan hidup umat-Nya. Dialah Allah sumber “penghiburan” yang memberikan kekuatan tatkala hati kita sedang gundah gulana, ketika pikiran kita kacau balau, ketika keputusan dan tindakan kita sudah penuh emosi dan tidak rasional lagi. Pada saat itulah Allah hadir memberikan “penghiburan”, hati yang gundah gulana dan penuh  kekhawatiran menjadi tenang sehingga mempunyai semangat juang yang penuh pengharapan kembali! Ketika pikiran buntu sehingga kita nyaris mengambil tindakan yang mengandung risiko tinggi, maka Allah, sumber penghiburan itu, akan memberikan ketenangan pikiran sehingga akhirnya kita mendapatkan jalan keluar yang baik, jalan keluar yang menghadirkan shalom di tengah masalah yang rumit! Allah, sumber ketekunan dan penghiburan, akan menghasilkan kerukunan! Allah itu akan mengaruniakan kerukunan kepada kita yang sesuai dengan kehendak Tuhan Yesus Kristus. Ini berarti Tuhan merindukan kehidupan yang penuh damai sejahtera, bukan kehidupan yang saling menyakiti atau menyalahkan dan terus menganggap diri sendiri benar, melainkan kehidupan yang saling melengkapi, kehidupan yang terus saling belajar dan memperlengkapi diri, dengan sepenuhnya bergantung pada Allah yang menjadi sumber ketekunan dan penghiburan. Tuhan akan bekerja melampaui segala akal budi dan kemampuan kita. Dia selalu menganugerahkan kerukunan dalam kehidupan kita, baik dalam keluarga, pekerjaan, dan pelayanan kita. Marilah kita selalu mencari Sumber Air Hidup yang sejati, yakni Tuhan Yesus yang menjadi sumber kehidupan kita yang kekal. Amin.

 

Pokok Doa:

  1. Tuhan, aku bersyukur meski terkadang merasa gundah gulana, khawatir, takut, berbeban berat, dan sebagainya. Namun, aku bersyukur memiliki Engkau yang adalah sumber kehidupan, yang memberikan ketenangan, jalan keluar dalam kemelut hidup, damai sejahtera, dan sukacita.
  2. Tuhan, pimpinlah kami anak-anak-Mu supaya mampu mendampingi mereka yang mengalami kesulitan dan beban yang berat. Kami berdoa untuk Komisi Diakonia, Bidang Kemasyarakatan, yang langsung berhadapan dengan mereka yang mengalami kesulitan dan beban hidup yang berat. Biarlah kehadiran gereja di tengah orang-orang tersebut dapat membawa damai sejahtera, ketenangan, dan sukacita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *