Khotbah Perjanjian Baru

Kemurahan sebagai Kebiasaan Hidup

Oleh: Pdt. Andy Kirana

Galatia 5:22

Shalom, Saudara. Pada kesempatan ini saya ingin membagikan berkat firman Tuhan dengan tema Kemurahan sebagai Kebiasaan Hidup. Melalui tema ini kita akan belajar bagaimana menyalurkan kemurahan yang kita terima dari Allah kepada orang-orang di sekitar kita. Hidup yang kita jalani bukanlah hidup yang semata-mata kita terima melainkan juga hidup yang harus kita bagi kepada orang lain.

Kemurahan adalah bagian dari buah Roh (Galatia 5:22), karena itu tidak terjadi secara alami (meskipun memang benar bahwa beberapa orang tampaknya secara alami lebih pemurah dibandingkan yang lainnya). Tetapi kemurahan yang dibicarakan oleh rasul Paulus bukanlah kemurahan hati yang ‘alami’, melainkan ‘rohani’, dalam pengertian bahwa kemurahan itu terjadi karena kita dipenuhi oleh Roh Allah. Kemurahan hati memang adalah buah (yang tumbuh karena kehidupan Roh di dalam kita), tetapi buah itu tetap harus melalui proses. Buah itu harus menjadi kebiasaan yang terbangun dalam karakter kita. Di situlah kita perlu berlatih membiasakan yang namanya kemurahan itu.

Oleh karena itu, pertanyaannya, bagaimana supaya kemurahan ini bisa menjadi sebuah kebiasaan atau habbit. Apabila kemurahan itu telah menjadi kebiasaan, kita tidak perlu dipaksa-paksa untuk berbuah. Kemurahan akan dengan sendirinya muncul dalam hidup kita. Inilah yang dikehendaki Allah, Saudara.

Coba Saudara perhatikan gambar ini (menunjukkan gambar seekor orang utan menyusui anak harimau). Ini adalah gambar yang aneh, Saudara… gambar yang tidak lazim. Kemurahan itu tidak lazim dalam dunia binatang. Saya juga ingin mengatakan bahwa kemurahan adalah hal yang tidak lazim di dalam dunia ini. Kemurahan adalah hal aneh. Mengapa saya berani mengatakan demikian? Saudara tahu, kapan pengikut Kristus disebut Kristen? Bila Sudara membaca Kisah Para Rasul, Saudara akan memahami ini. Para murid Kristus pertama kali disebut Kristen pada saat mereka berada di Antiokhia (Kisah Para Rasul 11:26). Yang menjadi pertanyaan, mengapa para pengikut Kristus itu disebut Kristen. Ada yang mengatakan, mereka disebut Kristen karena mereka adalah pengikut Kristus. Tetapi, saya ingin menunjukkan satu rahasia. Pada zaman jemaat mula-mula, kumpulan orang-orang yang mengikuti Kristus tersebut disebut Kristen karena mereka menunjukkan chrestos. Chrestos adalah ciri khas jemaat mula-mula, yaitu orang yang suka berbagi… orang yang murah hati (hal itu dianggap aneh di tengah-tengah kumpulan orang yang tidak murah hati). Itulah mengapa mereka disebut Kristen, yaitu orang-orang yang memiliki ciri khas suka berbagi, murah hati. Oleh karena itu, bila Saudara mengaku Kristen tetapi Saudara tidak bermurah hati, Kristenmu abal-abal… palsu!

Kata kunci yang perlu kita pahami dari karakter kemurahan adalah apa pun yang kamu lakukan. Di dalam Surat Kolose pasal 3 Paulus menulis kalimat, “Apa pun yang kamu lakukan…”. Kalimat ini ada di dua ayat, yaitu di ayat 17 dan ayat 23. Dari kedua ayat tersebut kita tahu bahwa Paulus menekankan bahwa itulah yang menjadi ciri khas orang Kristen di mata dunia ini, kemurahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *