Khotbah Perjanjian Baru

Kemurahan sebagai Kebiasaan Hidup

Kolose 3:17 mengatakan, “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” Apa arti ayat ini, Saudara? Ini berarti bahwa kita harus membayangkan sebagai Kristus lalu bertanya, “Apa yang Kristus lakukan bagi orang lain?” Nah, supaya kemurahan itu menjadi kebiasaan, Saudara dan saya harus tahu bahwa apa pun yang kita lakukan, itu kita lakukan di dalam nama Tuhan Yesus. Itu artinya bahwa ketika Saudara dan saya melakukan kemurahan kepada orang lain, Saudara dan saya sedang mewakili nama di atas segala nama, yaitu Yesus Kristus.

Perhatikan, Saudara… ketika seorang bapak bertemu dengan seorang anak yang tidak memakai sandal, lalu dia memberikan sandalnya kepada anak yang tidak memakai sandal tersebut, ia melakukannya di dalam nama Yesus. Inilah yang sering tidak kita sadari, Saudara: bahwa ketika kita melakukan kemurahan hati, sesungguhnya kita tidak sekadar sedang memberikan sesuatu kepada orang lain melainkan sedang mewakili Kristus memberikan kemurahan hati-Nya kepada orang itu.

Saudara perhatikan gambar ini (menunjukkan gambar seorang anak gelandangan sedang makan nasi yang tercecer di jalan). Saudara adalah wakil Kristus di dunia ini. Sebagai wakil Kristus, apa yang Saudara harus saya lakukan kepada anak ini? Untuk itu kita juga harus bertanya: apa yang akan Tuhan Yesus lakukan dalam situasi seperti ini? Sekarang, bagaimana saya bertindak dalam nama Tuhan Yesus? Bila Saudara hanya sebatas iba melihat kejadian seperti ini; itu manusiawi, Saudara. Padahal, kita diajar untuk menjadi manusia ilahi.

Itu pertama, Saudara. Kedua, mari kita perhatikan ayat 23: “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Saudara… ada ndak perbedaan ayat 23 ini dengan ayat 17 tadi? Di ayat 17 tadi dikatakan Saudara harus melakukan apa pun di dalam nama Tuhan Yesus; sedangkan di ayat 23 ini dikatakan: seperti untuk Tuhan. Nah, itulah bedanya. Ayat 17 menyatakan ‘Jika saya adalah Kristus’ sedangkan ayat 23 menyatakan ‘Jika orang yang saya beri adalah Kristus.’ Contohnya begini, Saudara. Pada saat hari mulai hujan, Saudara melihat seorang ibu tidak bisa berjalan dan hanya menggunakan kursi roda. Saudara lalu menolong ibu tersebut dengan memayungi dan membantu mendorong kursi rodanya untuk berteduh. Ketika menolong ibu tersebut, Saudara berarti sedang mewakili Kristus memberikan kemurahan kepada ibu itu. Tetapi, di sisi lain, pada saat menolong ibu tersebut, Saudara juga seolah-olah sedang menolong Kristus. Paham, ya, Saudara?

Mungkin Saudara masih ingat di Injil Matius saat Tuhan Yesus berkhotbah tentang penghakiman terakhir (Matius 25:31-46). Apa yang dikatakan Tuhan Yesus? Bila engkau membesuk tahanan di LP (Lembaga Pemasyarakatan-red), engkau telah mengunjungi Aku. Saat engkau memberi makan orang yang lapar, engkau telah memberi makan Aku. Dengan jelas Tuhan Yesus katakan dalam Matius 25:40, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *