Renungan Berjalan bersama Tuhan

Kepemilikan Instan

Kepemilikan Instan

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya, akhirnya tidak diberkati” (Amsal 20:21)

Benar juga kalau ada orang yang mengatakan bahwa segala sesuatu yang sifatnya serba cepat untuk mendapatkannya, pasti juga cepat habisnya. Semua yang serba cepat tidak menyehatkan. Misalnya, orang yang suka makanan cepat saji, maka makanan itu pasti tidak sehat; orang yang suka cepat makan, pasti kesehatannya terganggu––banyak dokter yang mengatakan bahwa makanan yang dimasukkan ke mulut sebaiknya dikunyah pelan-pelan, setidaknya 32 kunyahan, baru ditelan. Dengan cara makan yang demikian, maka makanan itu akan menyehatkan, semua vitamin dapat diserap usus dengan baik, dan kerja usus tidak terlalu keras. Demikian juga dengan orang yang bekerja dengan cepat, hasilnya belum tentu baik, apalagi kalau pekerjaan itu menuntut ketelitian. Pekerjaan tangan tidak bisa selesai dalam waktu sekejap. Demikian pula dengan orang yang sedang belajar. Tidak ada orang yang belajar dalam waktu yang cepat.

Amsal juga memiliki pendapat yang sama, segala sesuatu yang serba “cepat” tidak menghasilkan yang baik. Apa saja yang bisa didapat dengan cepat atau diperoleh dalam waktu sekejap? Undian berhadiah, hadiah dari seseorang, harta warisan, atau sesuatu yang diperoleh dengan cara yang tidak benar, seperti menang judi. Amsal mengamati bahwa semua harta milik yang didapat dengan cepat, tidak bisa bertahan lama. Maksudnya, harta itu tidak dapat dinikmati sebagai berkat. Contoh yang paling jelas adalah harta dari hasil perjudian. Uang hasil perjudian yang didapat dalam waktu sekejap dapat lenyap dalam waktu yang singkat pula. Mengapa bisa demikian? Karena harta milik yang didapat begitu cepat, tidak memiliki nilai yang dalam, tidak ada nilai perjuangan yang keras dan sulit. Ada orang yang bekerja keras, sulit mendapatkan apa yang diinginkan dan membutuhkan waktu untuk berjuang. Maka pada saat dan waktu yang tepat, ia mendapatkan harta milik yang diinginkan! Karena susah mendapatkannya, maka harta itu pasti dijaga, dipelihara, dirawat, dan benar-benar dinikmati luar biasa. Itulah artinya harta yang diberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *