Renungan

Keringat Perjuangan

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja.

(Amsal 14:23)

Ada kisah tentang beberapa ekor tikus yang sedang gelisah dengan kehadiran kucing rumah yang baru. Beberapa tikus telah menjadi korban keganasan kucing itu. Tikus-tikus yang tersisa pun segera rapat untuk mencari cara menghindari kucing ganas itu. Mereka pun segera melontarkan ide. Sayangnya, tiap kali ada gagasan, maka ada seekor tikus senior yang dengan cepat mengkritik kelemahan itu. 

Tikus-tikus itu pun menyerah dan menanyakan kepada tikus senior itu apa yang harus mereka perbuat. Tikus senior segera menjawab, “Mari kita kalungkan bel kecil di leher kucing itu. Jadi, setiap kali kucing itu berlari, bel itu berbunyi dan kita sempat menyelamatkan diri.” Tikus-tikus yang lain segera menyambut gembira ide itu. Namun, tiba-tiba seekor tikus berkata kepada tikus senior itu, “Jadi, kapan Anda akan mengalungkan bel kecil ke leher kucing itu?” Tikus senior menggeleng sambil berkata, “Tugas saya hanya mengkritik usulan yang kurang baik, dan mengajukan usulan yang baik. Tentang eksekusinya, itu bukan urusan saya!”

Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja” (Amsal 14:23). Amsal ini menegaskan bahwa kata-kata yang tidak diwujudkan dalam tindakan nyata tidak ada artinya. Sibuk menganalisis dan berkata-kata tentu sudah seharusnya terjadi. Namun, analisis dan kata-kata tidak mempunyai arti bila tidak segera ditindaklanjuti.

Jadi, biarlah ide dan perkataan diwujudnyatakan dalam tindakan. Mengapa? Karena hanya keringat perjuangan, dan bukan mulut yang bicara sampai berbusa yang akan menghasilkan kemenangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *