Khotbah Perjanjian Baru

Keselamatan: Iman atau Perbuatan?

Paulus berkata: Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian. Sebab perhatikanlah betapa justru dukacita yang menurut kehendak Allah itu mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar, bahkan pembelaan diri, kejengkelan, ketakutan, kerinduan, kegiatan, penghukuman! Di dalam semuanya itu kamu telah membuktikan, bahwa kamu tidak bersalah di dalam perkara itu. (2 Kor 7:10-11) 

Kesimpulan

Dari latar belakang yang berbeda itu dapat diambil kesimpulan bahwa ajaran Paulus dan ajaran Yakobus tidak bertentangan melainkan paradoks. Paradoks adalah dua hal yang nampaknya bertentangan tetapi sebenarnya saling melengkapi. Dalam berusaha mengenal Allah yang tidak terbatas itu, paradoks diperlukan untuk menjaga kita agar tidak jatuh kepada pemahaman yang ekstrim karena keterbatasan kita sebagai manusia.

Orang yang hanya menerima ajaran Paulus, bisa jatuh kepada ekstrim hanya bertumpu kepada pengakuan percaya kepada Yesus Kristus dan mengabaikan perbuatan; demikian juga orang yang hanya menerima ajaran Yakobus bisa jatuh ke dalam ekstrim yang sebaliknya yaitu mencari keselamatan melalui perbuatan. Padahal, dua hal tsb tidak dapat dipisahkan.

Keselamatan dari dosa dan maut semata-mata merupakan anugerah yang diberikan melalui iman kepada Yesus Kristus, tetapi iman harus dibuktikan melalui perbuatan. Jadi, perbuatan bukan syarat untuk mendapatkan keselamatan, melainkan bukti atau buah dari iman. Orang bisa berusaha hidup benar dan berbuat baik tanpa iman, tetapi orang yang beriman tidak bisa tidak hidup benar dan berbuat baik, sebab orang beriman sudah mengalami penebusan oleh darah Kristus, orang beriman sadar betapa mahal harga penebusan yang telah dibayar oleh Yesus Kristus dengan kematian-Nya di atas kayu salib. Maka, sekalipun masih bisa jatuh, orang percaya tidak lagi dengan sengaja berbuat dosa dan apalagi berkubang dalamnya. Setiap kejatuhan segera diakui dan ditinggalkan.

1 Yohanes 3:6

Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.

1 Yohanes 3:9

Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

Penutup

Apakah saudara percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan menerimanya sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi? Kiranya pengakuan iman kita bukan sekedar pengakuan di mulut, melainkan dapat dibuktikan dari buahnya yang semakin hari semakin nyata. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *