Renungan Berjalan bersama Tuhan

Kesinambungan Kesaksian Hidup

Kesinambungan Kesaksian Hidup

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Kisah Para Rasul 22:17-38

Kesaksian hidup merupakan bagian dari sebuah pelayanan yang  nyata. Oleh sebab itu, pelayanan yang baik tidak hanya dilakukan satu atau dua kali, juga tidak hanya satu bulan atau satu tahun, tetapi sepanjang hidup kita, terus-menerus secara berkesinambungan. Kata “sinambung” berarti berlanjut, terus-menerus, kontinu, atau dalam bahasa kerennya disebut regenerasi. Saya percaya hal ini bukan saja terjadi di dalam pelayanan, tetapi juga di dalam dunia bisnis, terlebih lagi di dalam lingkungan militer atau pemerintahan. Stephen Covey memberikan sebuah rumus bagi keberhasilan sebuah perusahaan atau usaha.

Ada empat unsur yang menentukan:

Pertama, Penyelaras. Unsur ini mengungkapkan pekerjaan yang sedang berjalan, aktivitas yang terus berlangsung, atau pelayanan yang dilakukan. Jika sebuah pekerjaan sedang berjalan, maka sangat dibutuhkan kerja sama yang kompak, serasi, dan sehati. Penyelaras memiliki makna kesehatian yang menghasilkan kebersamaan untuk mencapai tujuan.

Kedua, Pemberdaya. Unsur ini sangat penting, karena sebuah kegiatan tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa ada pemberdayaan. Pemberdayaan mengoptimalkan orang-orang yang bekerja supaya dapat memberikan hasil semaksimal mungkin atau mencapai tujuan yang diharapkan. Pemberdayaan mencakup penempatan orang yang sesuai dengan kemampuan dan talentanya sehingga ia dapat mengembangkan dirinya dengan baik. Pemberdayaan harus dimulai dari diri orang itu sendiri. Ia harus mau terus belajar agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keahliannya, dan semakin terampil dalam pekerjaan yang dilakukannya.

Ketiga, Panutan. Unsur ini memegang peranan yang sangat penting. Unsur pertama dan kedua akan berhasil jika ada “panutan”. Keteladanan, contoh hidup yang baik dan benar itu dinyatakan dalam diri para pemimpin. Jika unsur pertama dan kedua dapat dilatih, maka “panutan” menyangkut kepribadian orang yang sudah dibereskan oleh Tuhan sehingga ia bisa tahu mana yang baik dan benar, mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak perlu dikerjakan.

Keempat, Kaderisasi. Unsur ini memang ditempatkan paling akhir, namun bukan berarti tidak penting. Justru pekerjaan atau pelayanan yang baik itu tergantung dari unsur ini. Kaderisasi merupakan kesinambungan sebuah pekerjaan atau pelayanan agar dapat terus berjalan dan berkembang.

 

Mari kita kerjakan kesaksian hidup dan pelayanan kita dengan unsur-unsur tersebut. Paulus merupakan contoh yang baik dari teori Covey. Pelayanan yang dilakukannya tidak pernah berhenti, bahkan apa yang dirintisnya terus diberdayakan. Ia memberi teladan yang luar biasa baiknya, dan mampu melakukan kaderisasi agar pelayanan tetap berjalan dan berkembang. Orang-orang yang telah diselamatkan Kristus dan dipanggil menjadi penatua, telah dilatih oleh Paulus untuk menggembalakan jemaat di Efesus. Mereka penerus pelayanan Paulus di sana (Kisah Para Rasul 20:28). Paulus berkata, “Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.” Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *