Renungan

Kesombongan Membawa Kehancuran

Kesombongan Membawa Kehancuran

 

Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.

(Amsal 27:1)

 

Saya yakin Anda pernah mendengar kisah legendaris tentang karamnya Kapal Titanic. Sebuah kisah nyata yang kemudian diangkat ke layar kaca. Karamnya Kapal Titanic adalah sebuah contoh klasik tentang kepercayaan diri yang berlebihan. Konon kapten kapal Titanic itu pernah berkata, “Tuhan sendiri tidak dapat menenggelamkan kapal ini. Dengan pengalaman lebih dari empat puluh tahun, tidak ada satu pun pelayaran di bawah kendali saya yang pernah gagal, di tengah keadaan laut yang menggila sekalipun.” Kita tahu apa yang terjadi kemudian, bukan?

 

“Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu” (Amsal 27:1). Peringatan yang lugas. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Oleh karena itu, jangan terlalu percaya diri alias sombong di hadapan ketidakpastian masa depan.

 

Tentu saja kita boleh bangga dengan segala apa yang kita miliki dan apa yang kita sanggup lakukan. Namun, biarlah kebanggaan itu tidak mewujudnyata dalam bentuk kesombongan. Biarlah kebanggaan itu menjadi bahan bakar yang menyemangati kita untuk terus berjuang.

 

Masa depan itu misteri. Kesombongan membuat kita sok tahu tentang apa yang akan terjadi. Kesombongan atau memuji diri membuat kita terlalu yakin dengan kekuatan yang ada sehingga tak lagi terus mengembangkan diri. Akibatnya, kesombongan selalu membawa pada  kehancuran.

 

Marilah kita menghadapi misteri masa depan dengan sepenuh hati. Tanpa kesombongan diri. Hanya berbekal penyerahan diri pada kuasa sang ilahi karena kita tidak tidak tahu apa yang akan terjadi.

(Wahyu Pramudya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *