Khotbah Perjanjian Baru

Ketika Hari yang Buruk Datang

 

Hari yang Buruk

Lelah dan menyerah.  Itulah yang terjadi ketika Petrus mengalami hari yang buruk.  Sebagai nelayan, Petrus sudah terbiasa berlayar untuk menangkap ikan. Ia memang tidak selalu mendapatkan tangkapkan yang bagus, tetapi setidaknya biasanya masih ada beberapa ekor ikan hasil tangkapannya yang menjadi penghiburan di tengah kelelahan. Hidup masih bisa berjalan lagi. Namun, hari itu benar-benar hari yang buruk di dalam kehidupannya. Tidak ada ikan, bahkan tak seekor ikan pun yang tertangkap oleh jaringnya. Bayangkan bagaimana perasaannya ketika orang-orang di rumahnya bertanya berapa banyak hasil tangkapan ikannya hari ini? Dan ia harus menjawab, “Tidak satu pun.” Apakah mereka akan memercayai perkataan Petrus bahwa ia sudah bekerja keras sepanjang malam? Apakah hari yang buruk dalam kehidupan Petrus itu tidak akan menjadi bahan tertawaan di antara para nelayan lainnya?

Benar-benar hari yang buruk. Tidak ada satu ekor ikan pun yang berhasil ditangkap oleh Petrus. Apa yang bisa dilakukannya sekarang? Tidak ada selain membasuh jalanya. Hari sudah mulai siang. Itulah sebabnya ketika Petrus mendengar permintaan Yesus untuk menolakkan perahu sedikit jauh dari pantai, maka Petrus melakukan hal itu. Perahunya menjadi mimbar bagi Yesus. “Tidak apa-apalah. Sudah gagal menangkap ikan. Perahu itu jadi mimbar bagi Yesus pun tidak apa-apalah,” mungkin demikianlah suara batin Petrus. Petrus pun mendengarkan perkataan dan pengajaran Yesus.

Selesai Yesus mengajar, hari Petrus masih tidak berubah. Masih hari yang buruk. Namun, di hari yang buruk itu, Petrus mendengarkan perkataan Yesus, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Permintaan yang aneh, bukan? Yesus adalah anak tukang kayu, dan di sepanjang hidupnya ia hanya mengenal kayu. Kini sang tukang kayu itu memberitahu nelayan kawakan tentang bagaimana cara menangkap ikan? Tidak heran kalau kemudian Petrus segera menjawab, “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa.” Jawaban yang mengambarkan upaya yang telah dilakukan sekaligus keputusasaan.

Bukankah sudah terlambat untuk menangkap ikan? Malam adalah saat yang tepat untuk menangkap ikan, bukan ketika hari mulai siang. Tidak ada nelayan pergi menangkap ikan ketika hari mulai siang. Sekarang ketika Petrus mendengar apa yang dikatakan Yesus, semuanya sudah terlambat.

Ketika Anda mengalami hari yang buruk dan saat itu Anda mendengar nasihat atau saran dari orang lain, tidakkah Anda akan mengucapkan kalimat yang kurang lebih sama seperti Petrus?

Ketika dokter sudah memvonis Anda dengan penyakit tertentu dan Anda mendengar saran dari orang lain: coba cari second opinion dari dokter lain. Tidakkah Anda akan berkata, “Memangnya cara itu ada gunanya? Hasil pemeriksaan laboratorium sudah keluar. Saya positif menderita penyakit ini!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *