Khotbah Perjanjian Lama

Khotbah Tahun Baru: Waktu untuk Segala Sesuatu

Khotbah Tahun Baru: Waktu untuk Segala Sesuatu

Pengkhotbah 3:1-13 

oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

 

Rabu, 31 Desember 2014, dari pagi hingga sore hari saya ada di bandara Juanda Surabaya. Saya hadir sebagai bagian dari relawan kemanusiaan di tengah keluarga yang berduka karena orang-orang yang mereka kasihi belum jelas nasibnya terkait dengan penerbangan Air Asia QZ 8501.  Saya berbincang dengan keluarga-keluarga yang tengah berduka, relawan kemanusiaan lain dan media (lokal maupun internasional) tentang peristiwa yang memprihatinkan ini.

Ada satu kesimpulan umum dari semua percakapan itu: rancangan manusia untuk mengalami sukacita bisa berubah menjadi kepergian untuk selama-lamanya. Manusia bisa saja merencanakan dengan begitu seksama, namun kehidupan senantiasa menghadirkan kejutan-kejutan tertentu.

Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal (Pkh 3:2) demikianlah pengkhotbah membuka rangkaian penjelasan pengalaman kehidupan manusia. Ada 14 set (alias 7 x2) kontras kehidupan manusia (lahir vs mati, menanam vs mencabut, membunuh vs menyembuhkan dll) sebagai gambaran yang paripurna tentang apa yang dapat terjadi dalam kehidupan ini.

Berita pengkhotbah sangat gamblang : kehidupan bergerak dari satu kutub peristiwa yang menyenangkan ke peristiwa yang menyedihkan; demikian pula sebaliknya.

Konsekuensinya : jika Anda saat ini sedang berada dalam saat-saat yang menyedihkan, bersabarlah karena sukacita akan segera mewarnai kehidupan Anda.  Tak ada airmata yang abadi.

1 thought on “Khotbah Tahun Baru: Waktu untuk Segala Sesuatu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *