Renungan Berjalan bersama Tuhan

Kita Alat, Bukan Penyelamat

Kita Alat, Bukan Penyelamat

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

1 Korintus 3:1-9

Banyak aktivis jatuh pada pemahaman yang salah karena merasa bahwa diri mereka begitu berjasa dalam pelayanan. Memang tidak dimungkiri bahwa ada orang yang benar-benar melayani dengan sepenuh hati dan tenaga. Ia bukan saja mencurahkan pikiran dan tenaga, melainkan juga mempersembahkan uangnya untuk pekerjaan Tuhan. Namun, sangat disayangkan bahwa pada akhir pelayanannya, ia justru mengalami pergumulan yang berat, bukan karena pelayanannya tidak baik, melainkan karena ia merasa jasa-jasanya tidak dihargai. Ia lalu mengungkit-ungkit apa yang sudah dilakukannya selama bertahun-tahun. Kalimat yang sering muncul adalah “Kalau bukan saya, siapa lagi yang dulu membangun gereja ini!” atau “Kalau bukan saya yang pertama-tama membangun pelayanan ini, maka tidak akan ada gereja di sini”. Demikian juga dalam kehidupan berkeluarga, kita sering mendengar, “Kalau bukan saya, siapa yang membesarkan keluarga ini! Bukankah dulu kalian semua tidak mampu. Hanya karena saya, maka semua berkembang seperti sekarang ini!” Memang itulah pola pikir dari orang-orang yang pernah berjasa dalam kurun waktu tertentu. Memang jasa mereka tidak dapat dimungkiri karena cukup besar dan benar-benar memiliki pengaruh yang luar biasa, baik dalam pelayanan atau dalam perkembangan keluarga besar. Namun, bukan dengan pola itu kita dipanggil untuk melayani Tuhan atau membesarkan keluarga kita, bukan?

Paulus mengingatkan jemaat di Korintus, “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan” (1 Korintus 3:6-7). Paulus memberikan prinsip yang benar dalam sebuah pelayanan, dan terlebih lagi dalam sebuah penginjilan. Prinsip itu menjelaskan bahwa kita semua hanya alat dan bukan penyelamat. Kita adalah alat yang diberi karunia-karunia pelayanan sehingga kita mampu melayani atau membesarkan keluarga dengan baik. Oleh karena itu, kita tidak dapat membanggakan diri dengan berkata: “Kalau bukan saya”. Dalam penginjilan, kita juga tidak dapat berkata, “Kalau tidak karena saya, maka ia tidak selamat!” Jika demikian, berarti kita sudah lupa akan diri kita yang sebenarnya, dan kita sudah dibengkokkan oleh si jahat untuk mengagungkan diri sendiri sebagai pemimpin rohani, sementara peran Tuhan diabaikan. Ingat, kita alat bukan penyelamat! Alat hanya sarana yang dipakai Tuhan untuk mendatangkan kemuliaan-Nya sehingga nama Tuhan yang dimuliakan dalam seluruh kehidupan dan pelayanan kita. Alat menjadi mulia karena dipakai oleh Tuhan yang penuh dengan kemuliaan. Berbahagialah kita yang dipakai menjadi alat-Nya. Amin.

 

Pokok Doa:

  1. Tuhan, pimpinlah aku untuk terus menyadari bahwa aku hanyalah alat. Ajarlah aku untuk tetap setia menjadi alat yang Tuhan pakai. Lengkapilah aku sebagai alat yang berguna dalam pelayanan dan kesaksian hidup.
  2. Tuhan, berilah pertumbuhan yang sehat, kuat, dan terus menghasilkan buah di dalam kehidupan bergereja. Berkatilah semua hamba Tuhan, penatua, dan aktivis gereja untuk melayani dengan setia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *