Renungan Berjalan bersama Tuhan

Komitmen Pada Firman-Nya

Komitmen Pada Firman-Nya

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Galatia 5:16-26

Pernahkah kita mengalami kegagalan dalam hidup? Ketika gagal, berarti posisi kita berada di bawah, jatuh, tidak berhasil, bahkan dijauhi banyak teman dan saudara. Ketika gagal, kita kerap berkata bahwa kita sedang berada dalam “Lembah Kegelapan atau Lembah Kotor”. Kita ingin segera keluar dari semua itu sehingga dapat menjalani hari depan yang penuh damai sejahtera, sukacita, dan kebahagiaan. Namun, bagaimana caranya bila masalah dan beban hidup terus mencecar tak kunjung berhenti? Pertama-tama, setidaknya kita harus menyadari penyebab kegagalan dan kejatuhan kita. Jangan mencari “kambing hitam” bahwa orang lain salah dan kita benar. Kita perlu memeriksa diri kita, “Siapakah aku? Apakah kelebihan dan kekuranganku? Di manakah letak kesalahanku sehingga aku gagal dan jatuh terpuruk?”

Hal pertama yang harus kita miliki ialah tekad untuk berubah. Ketika kita mengetahui kelemahan dan kekurangan kita, maka kita harus mau berubah. Berubah dari yang tidak baik menjadi baik, yang tidak benar menjadi benar. Kalau dulu kemarahan terus melanda hati kita sehingga kita menjadi tidak sabar, kini kita belajar menahan diri dan memahami pikiran dan kehendak orang lain. Kalau dulu kita terus menuntut perhatian orang, sekarang kita justru menuntut diri kita untuk menjadi pemerhati bagi masyarakat di sekeliling kita. Tekad untuk berubah harus berasal dari diri kita sendiri karena kitalah yang paling mengenal kelemahan dan kekurangan kita.

Namun, masih dibutuhkan satu kekuatan lagi di dalam hidup kita, yakni firman Tuhan yang penuh kuasa! Kita sebenarnya adalah orang-orang yang sangat lemah ketika berhadapan dengan  kedagingan kita. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa kedagingan berlawanan dengan keinginan Roh, yakni keinginan untuk hidup di dalam kebenaran firman Tuhan. Paulus berkata, “Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging—karena keduanya bertentangan—sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki” (Galatia 5:17). Tuhan Yesus pernah mengingatkan murid-murid-Nya bahwa daging itu lemah (Matius 26:41). Tubuh kita lemah dan terbatas sehingga kita membutuhkan kekuatan dari Tuhan. Paulus menasihatkan, “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh” (Galatia 5:25). Oleh karena itu, apabila firman Tuhan terus kita cari, kita renungkan dan dapatkan, maka firman Tuhan akan memberi kita jalan keluar yang terbaik. Kita akan dimampukan keluar dari pergumulan dan beban hidup kita, dan mendapat kemenangan di dalam Tuhan. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, ketika aku berada di dalam lorong gelap dan kegagalan, juga kehancuran menguasai hidupku, aku tahu bahwa ada bagian dari diriku yang gagal. Ampunilah aku, ubahlah hidupku dan bangkitkan aku agar meraih kemenangan di dalam Tuhan.
  2. Tuhan, ajarlah aku berkomitmen untuk terus mempelajari firman Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *