Renungan Berjalan bersama Tuhan

Kubur Itu Ditinggalkan

Kubur Itu Ditinggalkan

1 Korintus 15:12-34

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Banyak cerita dan pengalaman berkembang mengenai kuburan. Sebagian besar di antaranya berkaitan dengan hal- hal supranatural dan diceritakan secara turun-temurun. Kuburan juga diasosiasikan sebagai tempat yang angker di mana peristiwa-peristiwa “tidak biasa” banyak terjadi. Pengalaman itu pula yang terjadi pada Maria Magdalena dan Maria, ibu Yakobus, serta Salome. Mereka pergi sewaktu hari masih pagi untuk membersihkan kuburan dan menabur bunga sebagai wujud kasih mereka kepada Tuhan Yesus yang telah mati di kayu salib. Akan tetapi, alangkah terkejutnya mereka ketika tiba di kuburan. Kubur telah kosong! Kitab Markus menyatakan, “Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka” (Markus 16:8). Mereka pun lari meninggalkan kubur kosong karena jenazah Tuhan Yesus sudah tidak ada di sana. Selain itu, batu besar yang menutupi kubur itu juga sudah bergeser! Siapa yang tidak takut dan tidak gentar?

Pagi itu, berita kebangkitan Tuhan Yesus pertama kali didengar dan disaksikan oleh para perempuan yang ingin merawat kuburan itu. Kuburan bagi Tuhan Yesus hanya bersifat sementara. Dia turun ke dalam kerajaan maut untuk menunaikan tugas mulia dari Bapa, tugas dengan satu tujuan, yakni agar manusia yang dikasihi-Nya tidak masuk ke dalam kerajaan maut yang membinasakan.

Itulah karya terbesar dan teragung dalam sejarah dunia: Allah yang menjadi manusia telah disalibkan, mati, dikuburkan, dan menang atas maut. Kasih Allah itu nyata, dapat dilihat dan dirasakan melalui penebusan-Nya. Paulus berkata, “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal” (1 Korintus 15:20). Dia yang sulung membuat kuburan yang seram menjadi keselamatan bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, aku bersyukur karena anugerah-Mu yang agung dan mulia telah membongkar kuburan yang binasa menjadi tubuh yang mulia.
  2. Tuhan, kami berdoa kiranya pelayan mimbar gereja-gereja Tuhan senantiasa memberitakan Tuhan yang bangkit, hidup, dan menang atas maut dan menjadi Yang Sulung bagi semua orang yang dibangkitkan di dalam nama-Mu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *