Renungan Berjalan bersama Tuhan

Langkah-langkah-Nya

Langkah-langkah-Nya

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Mazmur 37:1-40

Pernahkah kita memikirkan berapa banyak langkah kaki kita setiap hari? Dari mana dan ke mana saja kita melangkahkan kaki kita? Saya percaya bahwa kita tidak dapat menghitung berapa juta langkah kaki kita selama ini. Tidak terhitung, bukan? Daud berkata, “Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya” (Mazmur 37:23-24). Tentunya ayat ini tidak bisa ditafsirkan secara harfiah. Ayat ini berarti perjalanan hidup kita ini sudah diatur oleh Tuhan, perjalanan hidup dari lahir sampai sekarang, bahkan sampai kita meninggalkan dunia nanti. Perjalanan hidup juga berarti semua pengalaman hidup kita, baik pengalaman yang menyusahkan; yang diwarnai kegagalan; yang menguras air mata; yang menyebabkan kesedihan, kekhawatiran, putus asa, konflik, dendam, kepahitan, luka-luka batin kita, dan sebagainya; dan pengalaman yang menyenangkan ketika mendapatkan berkat-berkat Tuhan, pekerjaan lancar, badan sehat, anak-anak lulus atau naik kelas, hati dipenuhi sukacita, semuanya dalam keadaan yang baik, dan sebagainya. Perjalanan hidup juga berarti perjumpaan kita dengan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Mungkin sebelumnya kita belum mengenal Tuhan dengan benar, tetapi sekarang kita sudah benar-benar percaya bahwa hidup kita sudah ditebus dan diselamatkan oleh Tuhan. Kehidupan rohani kita menjadi semakin dewasa atau sebaliknya, ada saat-saat ketika kita meninggalkan Tuhan namun akhirnya Tuhan-lah yang membawa kita kembali kepada-Nya. Selain itu, iman kita juga pernah mengalami keraguan, kebimbangan, keadaan hampir tidak percaya tatkala kita mengalami berbagai macam beban dan pergumulan sampai akhirnya Tuhan membukakan jalan keluar sehingga kita dimampukan untuk mengatasi beban hidup yang berat.

 

Semuanya itu tidak terlepas dari pimpinan Tuhan dalam kehidupan kita. Itulah yang dipercaya Daud, “Tuhan menetapkan langkah-langkah orang.” Tetapi siapa yang Tuhan tetapkan langkah-langkahnya? Daud dengan tegas menyatakan, “Yang hidupnya berkenan kepada-Nya.” Artinya, orang yang hidupnya dibenarkan oleh Tuhan atau diakui baik oleh Tuhan. Hidupnya terus diwarnai kemauan untuk belajar menaati kebenaran firman Tuhan. Yang dilakukannya, baik dalam mengambil keputusan-keputusan penting atau mengembangkan pekerjaannya termasuk hal-hal yang menguntungkan dirinya sendiri, semuanya dibawa dalam pergumulan bersama Tuhan. Bukankah seorang ayah tidak akan memarahi anak-anaknya jika mereka melakukan sesuatu yang baik dan benar? Ada aturan-aturan yang diberikan oleh orangtua, dan anak-anak menjalaninya dengan baik. Sang ayah akan senang dengan apa yang dilakukan oleh anak-anaknya itu. Itulah artinya diperkenan! Orang yang hidupnya diperkenan Tuhan pasti akan dipimpin-Nya. Langkah-langkah hidupnya akan sesuai dengan langkah-langkah Tuhan yang mengatur hidupnya. Dengan demikian, apa pun pengalaman hidupnya takkan pernah terlepas dari rencana Tuhan, baik pengalaman di masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *