Renungan Berjalan bersama Tuhan

Laut Itu Menjadi Daratan

Laut Itu Menjadi Daratan

Keluaran 14:15-31

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Apa  yang akan kita lakukan ketika menghadapi jalan buntu? Apa yang akan kita kerjakan saat terjebak di jalan yang salah? Sungguh, itu merupakan situasi yang sangat membingungkan dan tak jarang rasa takut serta pikiran buntu menyelimuti kita.

Bangsa Israel dikenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk, keras dan sulit diatur, hanya ingin menikmati berkat tanpa melakukan usaha keras. Bertahun-tahun mereka hidup dalam perbudakan. Oleh karena itu, ketika ada janji yang memberikan kenikmatan, mereka pergi dengan penuh semangat meninggalkan Mesir.

Namun, jalan buntu dialami oleh bangsa Israel. Perjalanan jauh yang telah mereka tempuh harus terhenti karena lautan terbentang luas di hadapan mereka. Lautan luas yang tak mungkin diseberangi sehingga menghalangi perjalanan mereka. Melihat kenyataan ini, bangsa Israel spontan bereaksi keras terhadap Musa dengan berkata, “Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini?” Mereka menyalahkan Musa sekaligus meminta agar mereka dikembalikan ke Mesir.

Musa benar-benar kalang kabut dan bingung menghadapi situasi ini. Bangsa Israel justru tidak mendukung Musa untuk bersama-sama datang kepada Allah yang telah membebaskan mereka. Mereka tak lagi mampu melihat tangan Allah yang mahakuasa akan bekerja. Hal itu karena mereka dibingungkan dengan situasi dan kondisi yang bersifat sementara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *