Renungan Berjalan bersama Tuhan

Lembah Akhor

Lembah Akhor

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Hosea 2:1-22

Tempat mempunyai peran yang sangat penting bagi sejarah hidup kita. Kita tidak dapat memisahkan antara tempat dan realitas hidup kita. Sebagai contoh, saya lahir di Solo. Solo akan tetap menjadi kenangan di sepanjang hidup saya di dunia ini. Kita juga kerap melihat ada orangtua yang tidak mau meninggalkan rumahnya sekalipun rumah itu sangat sederhana. Semua anaknya sudah siap membelikan rumah yang baru, yang lebih bagus dari rumahnya, tetapi ia tetap tidak mau pindah. Ia berkata, “Biarkan kami di sini saja sampai mati karena kami justru sangat menikmati rumah ini. Di rumah inilah Bapak dan Ibu memulai perjuangan hidup bersama sampai anak-anak menjadi dewasa. Ada begitu banyak kesan di dalam rumah ini, baik suka maupun duka, tangis dan tawa, terlebih lagi pengalaman hidup bersama Tuhan. Semuanya dimulai di rumah ini.”

Allah, Israel juga memberikan pesan dan kesan tersendiri mengenai “tempat”. Melalui Hosea, Allah berfirman, “Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir” (Hosea 2:14). Allah akan mengubah wajah Lembah Akhor menjadi “pintu pengharapan”.

Apa sebenarnya yang terjadi dengan Lembah Akhor ini? Sejarah mencatat bahwa sejak bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka berperang melawan bangsa-bangsa yang besar untuk mendapatkan Tanah Perjanjian. Bangsa Yerikho yang kuat bisa dikalahkan dengan ajaib. Namun, kota Ai yang begitu kecil justru dapat mengalahkan Israel. Di sana Yosua sangat sedih, menangis di hadapan Tuhan karena terasa tidak masuk akal bila bangsa yang besar dapat dikalahkan dengan mudah, sedangkan kota yang begitu kecil mampu mengalahkan Israel. Saat itulah Yosua diberitahu oleh Tuhan bahwa ada satu orang yang mencuri barang-barang yang dikhususkan Tuhan. Orang itu adalah Akhan. Pencurian itu merupakan dosa yang besar di hadapan Tuhan. Itulah sebabnya bangsa Israel sangat mudah dikalahkan oleh orang-orang Ai, bangsa yang begitu kecil. Dosa mencuri menjadi penghalang untuk melakukan rencana Allah mencapai Tanah Perjanjian. Lalu, Akhan dengan semua barang curiannya dibakar! Akhan mati bersama barang-barang curiannya. Peristiwa itu terjadi di Lembah Akhor, tempat murka Tuhan dicurahkan karena dosa umat-Nya! Barulah pada zaman Hosea, tanah itu dipulihkan oleh Allah sehingga tak lagi menjadi tanah kutukan, tetapi tanah yang berlimpah dengan susu dan madu. Lembah Akhor dipulihkan oleh Allah menjadi tempat “pintu pengharapan”, tempat di mana umat-Nya kembali kepada Tuhan dan hidup dalam takut akan Tuhan. Tempat yang dipenuhi semangat kerja dan perjuangan yang membara karena mereka sadar bahwa di depan sana sudah terbentang Tanah Perjanjian. Itulah keselamatan yang Tuhan berikan kepada umat-Nya. Tempat itu menjadi tanah yang mendatangkan berkat Tuhan yang melimpah. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *