Renungan

Lepas Kendali

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.

(Amsal 25:28)

Mike Tyson mempunyai reputasi sebagai petinju yang luar biasa pada zamannya. Di usia dua puluh tahun, Mike Tyson meraih gelar juara di kelas berat versi WBC, dan selanjutnya mengumpulkan gelar yang sama versi organisasi tinju yang lain. Ia memukul KO lawan-lawannya hanya dalam hitungan detik. Popularitasnya melejit, hartanya meningkat drastis. Sayangnya, walaupun ia cakap mengalahkan lawan-lawannya, Mike Tyson gagal mengendalikan dirinya. Ia mendapatkan hukuman enam tahun penjara karena kasus pemerkosaan. Rorry Holloway, mantan manajer Mike Tyson, menyatakan bahwa kecanduan seks telah menyebabkan Mike Tyson tersungkur dari kariernya yang gemilang.

“Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya” (Amsal 25:28).

Pada zaman penulis Amsal hidup, setiap kota mempunyai tembok kokoh yang melindunginya. Tembok itu membatasi pergerakan musuh yang hendak menaklukkan kota. Tembok itu pula yang memudahkan penjaga untuk menghalau musuh yang datang. Kota yang roboh temboknya sangat terbuka terhadap serangan pihak lain. Tidak ada kekuatan. Tidak ada perlindungan.

Pengendalian diri adalah seumpama tembok yang melindungi sebuah kota. Tanpa pengendalian diri, seseorang mudah lepas kendali. Salah bertindak. Tanpa pengendalian diri, orang lain mudah menaklukkan dan mengambil keuntungan darinya.  Mari belajar mengendalikan diri sebelum kita lepas kendali dan menghancurkan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *