Khotbah Perjanjian Lama

Madu dari Gunung Batu

(Mazmur 81:9-17) Oleh: Andy Kirana “Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya.” Saudara-saudara yang dikasihi Kristus, dalam buku “Tetesan Madu Dari Sorga” kumpulan tulisan Ibu Madudari (ibu saya) yang saya sunting dan terbitkan tahun 2020 yang lalu, saya mendapatkan berkat kekuatan iman dari kesaksian hidup beliau. Demikian ibu Madudari menuturkannya:

Tatkala aku tahu ada benjolan di payudaraku sebelah kiri, aku terperanjat. Namun, aku diam tidak bercerita kepada siapa pun. Aku meniru sikap Ayub. Aku berdoa untuk mencari Tuhan… aku akan mengadukan keadaanku. Ia yang melakukan perbuatan yang besar… dan keajaiban-keajaiban (Ayub 5:8-9). Aku mau menerima kenyataan. “Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” (Ayub 2:10). Hatiku bertanya: Apakah maksud Allah dengan penderitaan ini? Pasti ada rencana yang baik untuk aku (Yeremia 29:11-14a). Maka, aku berseru, aku percaya Tuhan mau mendengarkan. Sabda-Nya: “Siapa mencari Aku akan menemukan Aku.” Janji-Nya: “Aku akan memulihkan keadaanmu.”

Roh Tuhan berbicara kepadaku… Tuhan bertanya, “Kapan Aku menolong Sadrakh, Mesakh dan Abednego?” Jawabku, “Ya Tuhan, ketika mereka di dalam perapian yang panasnya dibuat tujuh kali lipat” (Daniel 3:16-19). Tuhan bertanya, “Kapan Aku menolong Daniel?” Jawabku, “Ya Tuhan, ketika ia sudah dimasukkan di dalam gua singa” (Daniel 6:17). Tuhan bertanya lagi dan ini pertanyaan terakhir,“Kapan Aku menolong Lazarus?” Jawabku, “Ya Tuhan, ketika Lazarus sudah mati di dalam kubur empat hari lamanya, sudah berbau” (Yohanes 11:39).

Ketika merenungkan pengalaman spiritual ibu saya ini, Roh Tuhan juga berbicara kepada saya… Tuhan bertanya, “Kapan Aku mengenyangkan umat-Ku dengan madu?” Jawabku, “Ya Tuhan, ketika umat-Mu menghadapi gunung batu” (Mazmur 81:17b).

Saudara-saudara yang dikasihi Kristus, mengapa Allah menjadikan “madu dari gunung batu” (honey from the rock) sebagai salah satu janji bagi anak-anak-Nya? 

Sebagai murid-murid Kristus kita diajar untuk memandang segala sesuatu dari sudut pandang Allah. Selalu ada blessing in disguise dalam segala situasi. Maksudnya begini, apa yang bagi kita sebagai pengalaman pahit, seringkali merupakan berkat yang tersembunyi. Kadang-kadang saat-saat yang paling sulit, paling kasar, paling menakutkan, dan tampaknya tak tergoyahkan dalam hidup dapat menawarkan kepada kita rasa yang paling manis. Itulah yang dialami oleh para tokoh dalam Alkitab dan Tuhan kita Yesus Kristus. Itulah janji Allah yang tergenapi dalam diri mereka: menikmati madu terbaik yang keluar dari gunung batu yang keras. Bukankah janji Allah itu juga bisa terjadi dalam kehidupan kita anak-anak-Nya? Oleh karena itu, dalam masa pandemi covid-19 yang sulit ini, marilah kita menghayati dan menikmati madu yang keluar dari gunung batu melalui kesaksian hidup mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *