Renungan Berjalan bersama Tuhan

Man of Vision

Man of Vision

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

1 Tesalonika 5:23-28

Siapa yang sebenarnya pantas disebut “Man of Vision?” Orang itu adalah Bob Pierce, sang pendiri World Vision, dengan situs web www.worldvision.org. Lembaga ini sampai sekarang melayani lebih dari 50 juta orang dalam setahun di 103 negara. Bob orang yang sangat berapi-api bagi Tuhan Yesus. Ia ingin memperjuangkan agar dunia yang lapar dan miskin dapat terbebas dari berbagai penyakit. Ia sangat rendah hati dan memulai pelayanannya dengan memperhatikan anak-anak yatim piatu akibat korban perang Korea. Pelayanan ini berkembang pesat. Teman-temannya mengatakan bahwa ia adalah “orang yang tidak kenal lelah dalam memenangkan jiwa. Ia benar-benar seorang Samaria Kristen yang secara harfiah menyerahkan nyawanya bagi orang-orang kecil yang miskin di dunia”. Pendapat dari teman-temannya ini tidak salah karena setiap kali Bob berdoa, ia berkata kepada Tuhan Yesus, “Biarlah hatiku hancur oleh hal-hal yang menghancurkan hati Allah.” Api doa tersebut membawanya sampai ke ujung dunia dan mengobarkan semangatnya yang seolah-olah tidak pernah pudar untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan rohani dan jasmani di mana pun ia melihat kebutuhan itu.

Sayangnya, di balik keberhasilannya yang luar biasa itu, Bob memiliki sisi-sisi gelap dalam kehidupan keluarganya. Istri Bob, Lorraine, mengalami penderitaan yang sangat berat karena dalam seluruh waktunya ia ditinggal sendirian bersama anak-anak mereka. Ia membanting tulang untuk membesarkan anak-anak mereka, sementara Bob terus bepergian untuk pelayanan. Suatu ketika salah seorang putrinya ingin bunuh diri. Sebelumnya ia menelepon ayahnya agar segera pulang! Anaknya berkata, “Papa, segeralah pulang karena aku ingin sekali tangan Papa memelukku, sekarang ini.” Istrinya tak henti-hentinya berusaha meneleponnya, tetapi Bob tetap pergi dan tidak pulang. Ia bahkan membeli tiket menuju Vietnam karena banyak pelayanan yang harus dikerjakannya di sana. Istrinya pun sudah menduga bahwa ia tidak akan pulang. Akhirnya, putrinya benar-benar meninggal karena bunuh diri! Kejadian ini membuat hubungan antara Bob dan istrinya semakin renggang. World Vision semakin berkembang ke seluruh dunia. Ketegangan rumah tangganya akhirnya juga menular pada rekan-rekannya yang mengembangkan World Vision, sehingga pada tahun 1967 Bob mengundurkan diri, dan pada tahun 1978 ia meninggal dunia karena leukemia. Dalam tahun yang sama pula, putrinya Marilee Pierce Dunker, menulis buku Men of Vision, Woman of Prayer yang menceritakan mukjizat-mukjizat di seberang lautan melalui ayahnya, dan juga sisi gelap dalam kehidupan keluarganya yang sangat menyakitkan. Kisah nyata ini akan menolong kita untuk terus mendoakan para hamba Tuhan. Paulus juga meminta jemaat di Tesalonika untuk mendoakannya. Katanya, “Saudara-saudara, doakanlah kami” (1 Tesalonika 5:25). Paulus sadar bahwa dalam pelayanan bisa terjadi banyak tantangan yang berat, dan hamba Tuhan tidak terlepas dari segala macam pencobaan yang dapat menjatuhkannya. Doakanlah pelayanan para hamba Tuhan dan doakanlah juga keluarga mereka. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *