Renungan Berjalan bersama Tuhan

Mata Melihat, Telinga Mendengar

Mata Melihat, Telinga Mendengar

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh Tuhan” (Amsal 20:12)

Apakah kehidupan Anda bergereja dimulai sejak masa kecil di Sekolah Minggu? Atau apakah Anda pernah menjadi pelayan anak dan guru Sekolah Minggu? Kalau Anda pernah bertumbuh melalui Sekolah Minggu, Anda pasti mengenal pujian dengan syair berikut ini:

            “Siapa buat bunga, saya tidak bisa,

siapa buat bunga hanya Tuhan saja.

                        Siapa buat tangan/kaki/mata/dan lain-lain, saya tidak bisa,

hanya Tuhan saja.”

 

Syair lagu pujian itu bisa dilanjutkan terus oleh guru atau anak-anak sendiri sampai pada nama-nama binatang seperti semut, gajah, singa, unta, dan lain-lain. Amsal menandaskan bahwa telinga dan mata dibuat oleh Tuhan. Mengapa Amsal mengatakan ini? Sebenarnya apa yang dimaksud oleh Amsal? Tak lain Amsal ingin mengatakan bahwa Tuhan yang menciptakan telinga dan mata pasti mempunyai tujuan dengan bagian itu. Tuhan mempunyai harapan dan tujuan yang mulia dengan menciptakan telinga dan mata.

Sama seperti yang dikatakan pemazmur, “Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar? Dia yang membentuk mata, masakan tidak memandang?” (Mazmur 94:9). Jelas bahwa Tuhan menjadikan telinga untuk mendengar dan mata untuk melihat. Namun, banyak bagian dalam Alkitab yang menceritakan betapa Tuhan mengingatkan bangsa Israel bahwa mereka mempunyai telinga namun tidak mendengar, dan mempunyai mata namun tidak melihat. Bukan berarti umat-Nya itu tuli dan buta. Umat-Nya semua mampu mendengar dengan baik dan melihat dengan jelas. Namun, Tuhan mengatakan bahwa mereka itu tuli dan buta. Apa yang dimaksud? Jelas bahwa Tuhan menegur umat-Nya karena mereka tidak pernah mendengar firman Tuhan lagi, mata mereka sudah buta terhadap kebenaran Tuhan.

Bukankah telinga dan mata itu mempunyai peranan yang sangat penting dalam hidup manusia? Mata yang mampu melihat apa saja di dalam dunia ini akan sanggup melihat apa yang baik dan apa yang buruk atau kotor di hadapan Tuhan. Demikian juga telinga dapat mendengar apa yang baik dan apa yang jelek. Secara mendasar, Tuhan memberikan telinga dan mata adalah untuk mendengar dan melihat kebenaran-kebenaran Tuhan yang mutlak sangat penting bagi kehidupan umat-Nya selama masih tinggal di dunia ini. Di dunia ini, ada banyak hal yang bisa dilihat dan didengar, yang bertentangan dengan firman Tuhan, bahkan bisa membawa umat-Nya menyimpang dari jalan-Nya. Ungkapan Amsal mengingatkan kita agar telinga dan mata yang diciptakan oleh Tuhan adalah untuk mendengar dan melihat firman Tuhan dalam hidup kita. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, pimpinlah aku supaya mataku dan telingaku dapat berfungsi dengan baik dan benar. Kiranya mata ini bukan hanya untuk melihat apa yang diinginkan hati dan telinga ini bukan hanya untuk mendengar apa yang sedap didengar. Ajarlah aku untuk setia melihat dan mendengar firman Tuhan yang menuntun hidupku. Ampunilah aku kalau begitu sedikit memberikan porsi untuk melihat dan mendengar firman Tuhan.
  2. Tuhan, pimpinlah kami sebagai gereja agar dapat mengarahkan seluruh anggota jemaat untuk mampu melihat dan mendengar firman Tuhan dengan benar. Di akhir zaman sekarang ini, ada banyak orang yang ingin melihat dan mendengar apa yang membuat dirinya bersukacita, dan tidak mau melihat dan mendengar firman Tuhan yang keras, yang menegur dosa-dosa mereka. Ampunilah kami kalau pergi ke gereja dengan memilih-milih pengkhotbah yang enak didengar dan dilihat. Pimpinlah kami untuk mampu melihat dan mendengar firman Tuhan dengan utuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *