Renungan

Mata Tuhan Melihat

Mata Tuhan Melihat

 

Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN, dan segala langkah orang diawasi-Nya.

(Amsal 5:21)

 

Sebuah pesan di sebuah acara televisi berbunyi: kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelaku, tetapi juga karena ada kesempatan. Saya rasa pesan ini tepat, bukan? Ada kesempatan, tetapi tidak ada niat, maka tidak akan terjadi kejahatan. Punya niat namun tidak ada kesempatan, maka juga tidak akan terjadi kejahatan. Itulah sebabnya di banyak tempat ada orang-orang khusus yang bertugas untuk menjaga dan mengawasi agar nyali orang yang berencana melakukan kejahatan menjadi ciut.

 

“Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN, dan segala langkah orang diawasi-Nya” (Amsal 5:21).

 

Amsal ini menegaskan kehadiran Penjaga yang tidak pernah terlelap dan tertidur: Tuhan pencipta semesta alam. Tuhan melihat segala perilaku manusia, Dia mengawasi tindakan manusia. Kesadaran akan kehadiran Tuhan yang maha melihat inilah yang seharusnya membuat kita membatalkan rancangan kejahatan kita.

 

Namun, pada kenyataannya orang-orang masih melakukan hal yang jahat. Mereka lupa bahwa walau Tuhan tidak segera menghukum, kejahatan itu menyimpan benih kehancuran bagi dirinya sendiri. Makin dahsyat sebuah kejahatan, maka makin hebat pula kehancurannya kelak. Tidak ada kejahatan yang tidak terkuak, bukan?

 

Jadi, tinggalkankah rancangan yang jahat sebab mata Tuhan melihat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *