Renungan Berjalan bersama Tuhan

Mata Tuhan Melihat

Mata Tuhan Melihat

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Mata Tuhan ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik” (Amsal 15:3)

Bagaimana seseorang dapat mengenal Tuhan? Dengan cara apakah kita dapat mengenal Tuhan? Tuhan Allah yang tidak kelihatan tetapi tetap tampak dalam karya dan pekerjaan-Nya yang sempurna! Amsal mencoba untuk menghayati keberadaan Tuhan seperti keberadaan seorang Bapa. Amsal sering mengumpamakan atau melihat Tuhan sama seperti manusia, dimana Allah bekerja, berjalan, mendengar, melihat, dan sebagainya. Maka dari itu, kitab Amsal berbunyi, “Mata Tuhan ada di segala tempat.” Jelas sekali bahwa Amsal menyatakan tentang Tuhan yang mempunyai mata untuk melihat. Mata Tuhan ada di segala tempat, yang berarti Dia melihat di mana saja dan kapan saja. Mata Tuhan tidak dibatasi secara geografis. Mata Tuhan ada di segala tempat, baik di darat, udara, dan laut. Dengan kata lain, manusia tidak dapat bersembunyi dari pengawasan Tuhan.

Pada saat Adam dan Hawa bersembunyi setelah mereka jatuh ke dalam dosa, mereka berpikir bahwa Tuhan pasti tidak mengetahui keberadaan mereka. Meskipun demikian, Tuhan mencari dan menemukan mereka yang sedang sembunyi. Di hadapan Tuhan, manusia tidak dapat bersembunyi atau menyembunyikan apa pun. Dia mengetahui segala sesuatu karena mata-Nya ada di segala tempat. Tuhan mampu melihat segala sesuatu yang terjadi di seluruh alam semesta ini. Mata Tuhan adalah mata yang mahakuasa. Pemazmur berkata, “Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi” (Mazmur 139:2-3).

Apa yang dilakukan dan yang dilihat oleh Tuhan? Amsal mengatakan bahwa mata Tuhan mengawasi orang jahat dan orang baik. Jika Tuhan mengawasi orang jahat dan orang baik, kira-kira apa yang dilakukan-Nya? Kalau untuk orang baik, kita mudah mengatakan bahwa Tuhan melindungi, memelihara, dan memberkati. Namun, bagaimana dengan orang jahat? Apakah Allah menghukum, menghajar, dan tidak memberkati orang jahat? Sementara saat ini, banyak orang jahat di dunia ini yang hidup jauh lebih makmur daripada orang baik.

Jelas bahwa Tuhan yang mengawasi kita adalah Tuhan yang mengetahui seluruh kehidupan umat manusia di dunia ini. Namun, bukan Tuhan yang mengatur kebebasan manusia sehingga manusia kehilangan kehendak bebasnya. Free will atau kehendak bebas manusia tetap menjadi hak manusia sepenuhnya. Manusia bukan robot yang dikendalikan oleh Tuhan yang memegang remote control. Mata Tuhan mengawasi orang baik dan orang jahat. Orang yang baik tetap dipelihara dan diberkati-Nya dan orang yang jahat selalu diberi-Nya kesempatan untuk bertobat dan kembali pada jalan yang benar. Tuhan mengawasi orang  baik dan orang jahat, tetap memberikan anugerah-Nya, yakni anugerah berkat dan kesempatan untuk bertobat. Tuhan yang panjang sabar senantiasa mengasihi kita semua. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *