Renungan Berjalan bersama Tuhan

Melekat pada Pokok Anggur

Melekat pada Pokok Anggur

Yohanes 15:1-8

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Pada saat kebisingan hidup menyelimuti kita, hidup ini terasa terburu-buru. Hidup ini serasa berlalu dengan begitu cepat. Kita kerap mendengar orang berkomentar betapa waktu berlalu dengan begitu cepat, “Sepertinya baru kemarin saya merayakan Natal atau Paskah, sekarang sudah akan menyambut Natal atau Paskah kembali.” Komentar lain, “Seperti baru kemarin  aku bertemu si A yang masih kanak-kanak, ternyata sekarang A sudah beranjak remaja.” Time really flies. Seiring dengan berlalunya waktu, perubahan pun banyak terjadi, misalnya perubahan cuaca, perubahan fisik seseorang, perubahan kondisi sosial ekonomi, dan lainnya.

Kehidupan berubah dengan sangat cepat! Demikian pula dengan kehidupan keluarga. Pertumbuhan anak-anak terasa begitu cepat, rambut orangtua sepertinya juga memutih dengan cepat. Itulah gambaran perjalanan kehidupan yang serba cepat. Beban hidup keluarga beserta seluruh aktivitasnya juga akan terus bervariasi. Ada yang merasa beban hidupnya bertambah berat atau sebaliknya. Semua ini membuat keluarga tersadar bahwa hidup tidak dapat dijalani dengan kekuatan sendiri. Hidup harus dijalani dengan kekuatan yang hanya berasal dari Tuhan. Jika tidak, kita tidak akan kuat dan berhasil mengatasi segala rintangan kehidupan.

Tuhan Yesus berfirman, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya” (Yohanes 15:5). Ranting-ranting yang selalu melekat pada pokok anggur akan memperoleh asupan makanan dan minuman yang menjadi sumber kehidupannya. Oleh sebab itu, Tuhan Yesus berkata, “Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Kehidupan keluarga yang terus menempel pada pokok anggurlah yang akan memperoleh kehidupan yang sejati.

Dunia dengan segala isinya boleh berubah, bahkan perubahan itu bisa terjadi setiap saat. Orang yang terus melekatkan dirinya pada Pokok Anggur yang benar, yaitu Tuhan Yesus Kristus, adalah orang yang akan memperoleh kekuatan hidup yang luar biasa! Marilah kita menjalani hidup dan seluruh perubahan yang terjadi di dalamnya dengan terus menempel pada Pokok Anggur, yakni Tuhan Yesus. Kembalilah pada pokok anggur yang benar, maka kita akan menikmati hidup penuh sukacita dan damai sejahtera. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, tolonglah aku dalam menjalani hidup yang penuh dengan perubahan. Kadang kala aku terjebak dalam kebingungan, kepanikan sehingga tidak berani mengambil keputusan. Tolonglah aku untuk terus menempel pada Pokok Angur, yakni Tuhan Yesus yang adalah Tuhan dan Juru Selamatku.
  2. Tuhan, tolonglah kami sebagai gereja Tuhan untuk bersikap peka terhadap perubahan zaman yang begitu cepat. Tolonglah kami untuk mampu memenuhi kebutuhan anggota jemaat, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, dewasa, sampai lanjut usia sesuai dengan perubahan zaman. Berilah kami hikmat untuk mampu membagikan nilai-nilai kebenaran dalam menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *