Renungan Berjalan bersama Tuhan

Memahami

Memahami

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

1 Korintus 1:10-17

Dalam relasi komunikasi yang sehat ada satu unsur yang sangat penting, yaitu “memahami”. Jika unsur ini kita abaikan, maka kita akan sulit sekali berkomunikasi dengan orang lain, bahkan mungkin kita tidak akan menemukan seorang sahabat pun. Di sisi lain, kita dapat membentuk pola hidup yang tidak sehat jika kita mengabaikan relasi saling memahami: kita selalu menuntut orang lain mengerti diri kita, menuruti kemauan dan kehendak kita, bahkan memaksakan kehendak kita! Kalau hal ini yang terjadi, maka konflik akan muncul. Hanya ada dua pilihan bagi orang yang tidak mau memahami orang lain: orang lain terpaksa mengalah dan mengikuti kemauannya, atau ia mengundurkan diri dari lingkungan mereka. Betapa ruginya jika relasi komunikasi rusak hanya gara-gara tidak mau “memahami” orang lain. Betapa sayangnya bila hubungan antarsesama ternodai karena sikap yang kurang baik ini.

Memahami berarti diam sejenak agar dapat mendengarkan apa yang dikemukakan oleh orang lain, dan berpikir mengapa orang itu mengatakan hal tersebut. Apakah mungkin ada peristiwa, pengaruh, atau masalah yang melatarbelakangi pendapatnya? Apakah ada alasan-alasan tertentu sehingga ia memiliki pendapat seperti itu?

 

Kita dituntut untuk belajar lebih banyak agar kita dapat memahami orang lain. Ketika seseorang dilahirkan di tengah keluarga yang semuanya dominan mengungkapkan pendapat dan punya kebiasaan terus berbicara tanpa bisa dihentikan, atau yang berprinsip bahwa dirinyalah yang benar dan orang lain salah, maka orang itu akan sulit memahami orang lain!

 

Di sisi lain, ada orang yang merasa lebih pandai atau lebih unggul dari yang lain, baik dalam bentuk materi atau talenta, sehingga ia menjadi sombong dan berpikir bahwa orang lain tidak semampu dirinya. Pada saat ia bertemu dengan orang yang lugu dan sederhana, maka ia akan sulit mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang tersebut. Paulus berpesan, “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir” (1 Korintus 1:10). Bagaimana hal ini bisa terwujud dalam kehidupan kita, baik dalam keluarga, pekerjaan, dan pelayanan? Hanya bila kita mau belajar untuk memahami orang lain sebagai bentuk komunikasi kita yang sehat. Amin.

 

Pokok Doa:

  1. Tuhan, ajarlah aku untuk mampu memahami orang lain, baik mengenai kehidupannya sehari-hari, watak dan karakternya, kelemahan dan kelebihannya, juga latar belakang kehidupannya. Bila aku mengenalnya dengan lebih baik, maka relasi dengannya dan dengan sesamaku juga akan diliputi penuh kasih.
  2. Tuhan, ajarlah agar anak-anak Tuhan, pelayan-pelayan Tuhan, Gereja, sekolah-sekolah Kristen selalu bersyukur dalam hidup ini. Ajarlah juga agar mereka belajar memahami orang lain sehingga dapat menjalin relasi saling mengenal, membangun, dan bersaksi tentang kasih Tuhan kepada dunia ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *