Renungan

Membentuk Karakter

Membentuk Karakter

 

Siapa memanjakan hambanya sejak muda, akhirnya menjadikan dia keras kepala.

(Amsal 29:21)

 

Taburkanlah ide maka petiklah perbuatan; taburkanlah perbuatan maka petiklah sebuah kebiasaan; taburkanlah kebiasaan maka petiklah sebuah karakter.

 

Kalimat-kalimat ini menegaskan bagi kita bahwa karakter tidaklah terbentuk dalam semalam. Ada sebuah proses panjang yang membentuk karakter seseorang. Proses pembentukan karakter seseorang berawal dengan tindakan menaburkan ide yang akan mewujud menjadi perbuatan. Melatih perbuatan yang akan menjadi suatu kebiasaan. Dari kebiasaan itulah akan lahir karakter-karakter tertentu. Karakter akan menentukan masa depan.

 

“Siapa memanjakan hambanya sejak muda, akhirnya menjadikan dia keras kepala” (Amsal 29:21).

 

Amsal ini menegaskan pentingnya membina karakter sejak muda. Proses pewujudan ide menjadi perbuatan, perbuatan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan menjadi karakter tentu membutuhkan proses perjalanan yang panjang. Tidak ada waktu yang lebih baik untuk memulai pendidikan itu selain dari masa kanak-kanak.

 

Namun, bagaimana jika kita merasa tidak mendapatkan pendidikan yang baik pada masa kanak-kanak? Ada peribahasa yang mengatakan bahwa saat terbaik untuk menanam pohon adalah dua puluh tahun yang lalu, tetapi kesempatan terbaik yang kedua adalah saat ini. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk membentuk karakter. Dengan pertolongan Tuhan, perubahan karakter itu bisa saja terjadi.

 

Latihlah diri kita memikirkan hal yang baik sebab pikiran akan mewujud dalam tindakan, dan tindakan akan membentuk karakter, karakter akan menentukan masa depan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *