Renungan

Menara yang Kuat

Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.

(Amsal 18:10)

Suatu kali saya berjumpa dengan seorang perempuan muda yang cantik bernama Y. Dalam kepolosan usia mudanya, Y lari meninggalkan rumah bersama pacarnya. Selama beberapa bulan mereka menikmati kebebasan yang diidam-idamkan di beberapa kota.

Malangnya, akhirnya keduanya kehabisan uang. Tak ada lagi yang dapat mereka jual untuk membiayai pelarian mereka. Suatu malam ada seorang pria memasuki kamar Y dan memaksanya melakukan hubungan seksual. Y menolak dan memberontak, tetapi pria itu menegaskan bahwa ia telah membayar kepada pacarnya untuk tidur dengan Y. Dari luar pintu kos terdengar teriakan sang pacar yang meminta Y melayani pria tersebut.

“Tidak ada yang bisa mengerti perasaan saya. Saya dikhianati kekasih. Saya dijual oleh pacar saya sendiri. Saya ingin mati saja!” jerit Y. Saya terdiam mencoba menemukan kata-kata yang terbaik untuk menghibur Y.

“Saya tentu tidak mengerti perasaanmu, Y. Saya tidak pernah dikhianati sedemikian rupa oleh rekan-rekan saya. Tapi, ada satu orang yang pernah mengalami sepertimu. Ia bahkan dijual oleh orang yang mengaku sebagai muridnya,” jawab saya.

Oh ya, siapa dia?” tanya Y. “Namanya Yesus!” jawab saya. Percakapan kami berlanjut dengan pemberitaan pengampunan dosa dalam nama Yesus dan hidup baru yang dianugerahkan-Nya. Y tertunduk, meneteskan air mata, dan akhirnya membuka hidup-Nya bagi Kritus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *