Khotbah Perjanjian Lama

Mendekat kepada Allah

 

Mendekat kepada Allah (Mazmur 73 :1-5)

oleh : Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

73:1 Mazmur Asaf. Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya. 73:2 Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir.73:3 Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik. 73:4 Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka; 73:5 mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.

Beberapa waktu yang lalu saya mencari dompet saya sebelum berangkat ke gereja.  Saya mencoba mencarinya,  namun tidak ditemukan.  Hampir setengah hari mencari, namun tidak ketemu. “Hilangnya di mana pak?” tanya pembantu saya.  “Kalau bapak tahu di mana hilangnya, ya pasti sudah ketemu,” jawab isteri saya.  Kami pun tertawa. Lelah mencari, saya memutuskan untuk tidur sejenak karena malam harinya saya telah mempunyai janji konseling dan memimpin doa malam.  Tidak ada doa yang terucap, namun hanya sebuah curahan hati saja di hadapan Tuhan,”Minggu ini jadwal pelayanan padat.  Masak sih harus ditambah dengan mengurus ktp, dua sim, kartu atm, kartu kredit dan kartu-kartu yang lain.”

Saya berangkat ke gereja dan melakukan konseling.  HP pun saya silent.  Tiba-tiba ruang pendeta diketuk oleh seorang penatua.  “Vanda bilang ada orang yang menemukan dompetmu.”  Segera saya telpon ke rumah dan ternyata benar ada seorang petugas kebersihan yang menemukan dompet saya.  Uang tentu saja telah hilang, namun seluruh kartu penting masih ada.  Akhir yang indah bukan?  Plus tiba-tiba saja ada orang yang tidak saya kenal sebelumnya menitipkan uang persembahan kasih yang jumlahnya kurang lebih sama dengan yang hilang.  Luar biasa bukan?

 

Hidup Tak Selalu Indah

Sayangnya tidak semua kesulitan di dalam hidup ini, juga hidup saya, berakhir seindah itu.  Ada saat-saat di mana kita berdoa memohon sesuatu dari Tuhan, eh sampai sekarang belum ada jawaban dari Tuhan.  Padahal toh yang kita minta adalah hal yang baik : perubahan sikap anggota keluarga kita, pekerjaan yang lebih baik, pasangan hidup, rejeki untuk hidup sehari-hari dan juga kesembuhan dari penyakit.  Apakah ada yang salah dengan permintaan kita ini?  Tidak ada bukan! Lalu apa sulitnya bagi Tuhan untuk mengabulkan hal-hal yang baik seperti ini? Sebuah pertanyaan besar tersimpan di hati kita.

Tanya di dalam diri kita makin bertambah tatkala kita memperhatikan dunia di sekitar kita.  Kita melihat rekan-rekan kita yang mengalami keberhasilan di dalam pekerjaan dan kebahagiaan dalam keluarga.  Tubuh mereka pun sehat, terbebas dari segala penyakit.  Harta melimpah yang membuat mereka bisa menikmati segala yang terbaik di dalam dunia ini.  Padahal kita tahu benar bagaimana mereka menjalani kehidupan ini.  Bukan hanya tidak mengenal Tuhan, mereka juga melanggar tatanan moral yang ada di masyarakat.  Mereka jahat terhadap manusia lain, pintar memutarbalikan keadilan, dan tidak pernah tertangkap oleh aparat yang berwenang.  Tanya yang menggema di hati : mengapa Tuhan membiarkan hal seperti ini terjadi?  Apa sulitnya bagi Tuhan untuk menghukum mereka?  Mengapa Tuhan tidak melakukannya?

1 thought on “Mendekat kepada Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *