Khotbah Perjanjian Baru

Mendengar Tuhan

Oleh: Pdt. Andy Kirana

Matius 22:1-14

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus… Allah menciptakan manusia itu sungguh amat baik. Setiap organ dalam tubuh kita diciptakan Tuhan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Contohnya, telinga diciptakan Tuhan untuk mendengar. Namun fungsi ini tidak berdiri sendiri, tetapi saling berhubungan dengan fungsi organ yang lain. Uniknya, ketika kedua gambar telinga ini disatukan dari kedua sisinya, ternyata membentuk gambar hati. Apakah ada maknanya? Ya, telinga adalah jalan kepada hati. Kalau Saudara ingin mengetahui isi hati seseorang, belajarlah mendengarkan dia. Demikian juga, jika Saudara ingin mengetahui isi hati Tuhan, belajarlah mendengarkan Tuhan. Dan saat ini, marilah kita bersama-sama belajar mendengarkan suara Tuhan.

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus…

Dalam perumpamaan tentang “Perjamuan Kawin” yang disampaikan kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, kita mendapati ada empat kali panggilan atau undangan sang raja, dengan respons dari orang yang diundang maupun respons sang raja itu sendiri.

Panggilan pertama, sang raja memanggil tamu (ayat 3a). Responsnya, tamu tidak mau datang (ayat 3b). Panggilan kedua, sang raja memanggil kembali (ayat 4). Responsnya, tamu pergi ke ladangnya, tamu pergi mengurus usahanya (ayat 5); bahkan tamu menangkap, menyiksa, dan membunuh hamba-hamba raja (ayat 6). Respons ini mendapat respons balik, sang raja membinasakan dan membakar kota (ayat 7). Panggilan ketiga, sang raja memanggil tamu dari jalan-jalan (ayat 8-9). Responsnya, orang baik dan jahat menerima panggilan dengan pakaian pesta (ayat 10); tetapi ada seorang tamu tanpa pakaian pesta (ayat 11). Panggilan keempat, sang raja berkata kepadanya: “Bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta?” (ayat 12a). Responsnya, tamu itu diam saja (ayat 12b). Respons ini mendapat respons balik, sang raja menghukum tamu itu. “Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi” (ayat 13).

Sang raja memberikan empat kali panggilan dan dua kali respons. Dua respons sang raja dalam bentuk memberi hukuman. Sementara itu, respons tamu terungkap dalam dua bentuk: menolak panggilan (pergi ke ladang, mengurus usaha, membunuh hamba raja, tanpa pakaian pesta, dan diam saja) dan menerima panggilan. Apakah yang dapat kita katakan mengenai makna perumpamaan ini? Perumpamaan ini mencuatkan makna bahwa tamu yang mendapat panggilan sang raja lebih banyak jumlahnya ketimbang mereka yang menerima panggilan sang raja. Matius 22:14 meringkasnya dengan pernyataan demikian: “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih” atau “semua dipanggil, tetapi tidak semua dipilih.”

Kita semua dipanggil, tetapi apakah kita yang terpilih? Tergantung seberapa serius kita mendengarkan suara Sang Raja, Tuhan Yesus Kristus. Manusia tidak hanya memberi respons ketika menerima panggilan saja. Mereka yang sudah masuk ke dalam ruangan sukacita sekarang ini harus menanggalkan “pakaian kemunafikan” (ingat kemunafikan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi). Respons manusia terhadap panggilan terdiri atas dua bentuk, yakni: respons awal berupa penerimaan panggilan (anugerah keselamatan) dan respons lanjutan dalam bentuk kehidupan yang sesuai dengan nilai Kerajaan Sorga (tanggung jawab moral). Anugerah keselamatan memerlukan tanggung jawab moral!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *