Renungan

Menerima Teguran

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.

(Amsal 12:1)

Penyerang Barcelona, Lionel Messi, tengah mendapatkan sorotan karena tidak mau diganti dalam laga lanjutan La Liga kontra Eibar beberapa waktu yang lalu. Dalam video rekaman laga itu Messi terlihat menolak instruksi pelatih Luis Enrique yang ingin menariknya keluar dan memasukkan pemain lain. Perilaku Messi ini membuat pelatih Ajax Amsterdam, Frank de Broer, berkomentar, “Messi adalah yang terbaik di dunia dan akan seperti itu beberapa tahun lagi. Luis Enrique (Leo) juga mempunyai pengalaman hebat sehingga ia tahu bagaimana ketahanan pemain secara fisik. Jadi, ketika pelatih mengatakan satu hal, Anda harus mendengarkan.”

Saya merenung ketika membaca kisah tadi di sebuah koran. Ternyata ada satu hal yang membuat kita tak mampu lagi menerima saran atau nasihat orang lain, yakni perasaan bahwa kita lebih baik atau lebih hebat daripada orang lain. Singkatnya, kesombongan. Kesombongan membuat kita menutup telinga terhadap masukan dari orang lain. Hanya masalah waktu saja orang-orang sombong itu akan terjungkal di tengah perubahan kehidupan ini.

“Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu” (Amsal 12:1).

Amsal ini menegaskan bahwa orang yang akan terus bertumbuh menjadi lebih baik adalah orang yang mencintai didikan yang berasal dari siapa saja di lingkungannya. Sebaliknya, orang yang menutup telinga terhadap teguran adalah dungu. Penulis Amsal memakai kata yang keras, yakni dungu, untuk mengingatkan bahwa orang-orang yang tak lagi bersedia menerima teguran sedang membawa diri mereka sendiri menuju kehancuran.

Bukalah telinga terhadap saran, maka hidup akan makin mapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *