Renungan

Mengapa Berdusta?

Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: … lidah dusta.

Amsal 6:16-17

Seorang peneliti bernama Dan Ariely melakukan penelitian lapangan untuk mengetahui mengapa orang berdusta. Ia mengumpulkan beberapa orang di dalam sebuah ruangan dan meminta mereka mengerjakan 6 soal matematika selama 5 menit. Dan Ariely meminta mereka memeriksa dan memberi nilai sendiri terhadap hasil pekerjaan mereka ketika jawaban yang benar ditayangkan di layar. Setelah itu, mereka diminta memasukkan lembar jawaban yang sudah diberi nilai ke dalam mesin penghancur kertas.

Dan Ariely dan tim akan menanyakan secara lisan kepada setiap orang tersebut tentang berapa jawaban mereka yang benar. Untuk setiap jawaban yang benar tersedia hadiah berupa sejumlah uang. Namun, yang mereka tidak sadari adalah Dan Ariely mencocokkan jawaban lisan mereka dengan lembar jawaban yang mereka masukkan ke mesin penghancur kertas yang ternyata sudah dimodifikasi untuk tidak berfungsi. 

Dalam penelitiannya di beberapa negara dan terhadap lebih dari 30.000 orang yang menjadi objek penelitian, Dan Ariely mendapati bahwa 12 orang berbohong luar biasa dengan mengatakan bahwa mereka mengerjakan banyak soal dengan benar, padahal salah semua. Delapan belas ribu dari 30.000 orang itu juga berbohong sedikit dengan menambahkan satu atau dua soal yang mereka sebut benar, padahal sebenarnya salah. 

“Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: … lidah dusta” (Amsal 6:16-17). Salah satu alasan orang berbohong adalah karena mereka yakin dusta mereka tidak akan diketahui atau terbongkar.

Berhentilah berdusta karena hidup kita terbuka di hadapan Sang Pencipta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *