Renungan

Mengapa Memberi Persembahan?

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

Amsal 3:9-10

“Mengapa kita memberikan persembahan di gereja? Bukankah Tuhan tidak membutuhkan uang karena Dialah yang empunya segala sesuatu?” tanya seorang remaja di gereja. Pernahkah Anda mendengar atau bahkan menanyakan hal yang sama? Kita tentu saja setuju bahwa Tuhan tidak membutuhkan uang karena justru Dialah sumber dari segala kekayaan yang kita miliki.

“Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya” (Amsal 3:9-10). Amsal ini mengajarkan bahwa Tuhan adalah sumber segala berkat kehidupan. Berkat yang mengalir dalam kehidupan kita adalah salah satu bentuk pemeliharaan Tuhan.

Mengapa kita memberikan persembahan? Sebenarnya, persembahan adalah tanda pengakuan kita bahwa apa yang ada di tangan kita mengalir dari kemurahan Allah. Kita memberi karena Allah sudah terlebih dahulu mengaruniakan segala sesuatu di dalam kehidupan ini. Kita tidak memberi persembahan karena Allah berkekurangan atau membutuhkan. Kita juga tidak memberi persembahan sebagai “umpan” untuk memperoleh lebih banyak berkat dari Allah. Persembahan adalah pengakuan kita bahwa tanpa berkat Tuhan, semua jerih payah kita akan sia-sia.

Ketika kita mengakui bahwa Allah adalah sumber segala berkat, dengan sukacita kita akan memberikan persembahan. Ketika kita mengakui bahwa Allah adalah sumber segala berkat, maka kita akan bekerja dengan cara yang bermartabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *