Renungan

Mengejar Fantasi

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi.

Amsal 12:11

Suatu kali saya menemani anak-anak membaca kisah tentang semut dan belalang. Sepanjang musim panas, semut-semut bekerja keras untuk mengumpulkan bekal sebelum musim gugur datang. Selama semut-semut itu bekerja keras, sang belalang lebih asyik memainkan biolanya. Semut-semut pun berulang kali mengingatkan, tetapi tetap saja sang belalang malas untuk mengumpulkan bekal. Akhirnya, tibalah musim gugur. Semut-semut kenyang menikmati makanannya, sang belalang pun kelaparan dan kedinginan.

“Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi” (Amsal 12:11).

Ada sebuah prinsip kehidupan yang diajarkan lewat Amsal ini: kerja keras mendatangkan rasa kenyang; sebaliknya, mengejar barang yang sia sia tak berakal budi. Alkitab New International Version menerjemahkan “barang yang sia-sia itu” dengan kata “fantasi”. Fantasi adalah angan-angan indah. Tak ada gunanya mengejar fantasi alias angan-angan yang indah namun tak terwujud. Memikirkan fantasi memang menyenangkan namun pasti tidak mengenyangkan. Amsal menyebut orang yang hanya bergulat dengan fantasi sebagai orang yang tidak berakal budi.

Jangan hanya hidup di dalam cita-cita. Hiduplah untuk mewujudkan cita-cita itu lewat kerja nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *