Renungan Berjalan bersama Tuhan

Mengenal Kebutuhan Pasar

Mengenal Kebutuhan Pasar

Amsal 30:24-28

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Tahukah kita tentang kebutuhan pasar? Bagi pebisnis, kebutuhan pasar menjadi makanan setiap hari. Demikian pula dengan para ibu rumah tangga, setiap hari pasti bergumul dengan masalah pasar. Pasar itu ada dua macam: pasar tradisional dan pasar modern. Pasar tradisional adalah pasar yang menjual apa saja, mulai dari sayur mayur, daging, palawija, beras, gula, kecap, garam, ikan segar maupun ikan kering, dan sebagainya. Pasar modern adalah pasar dengan bangunan yang baru, tertata rapi, dan full AC. Para penjual sudah diatur sesuai dengan barang jualannya. Orang bisa berbelanja dengan santai sambil menikmati dinginnya AC ruangan. Berbeda dengan orang yang berbelanja di pasar tradisional yang berjubel-jubel, kepanasan, dan sangat ramai dengan suara orang yang saling tawar menawar.

Apa pun bentuknya, baik itu pasar tradisional maupun pasar modern di mal-mal dan sejenisnya, pada prinsipnya semuanya berusaha memenuhi kebutuhan orang. Pemenuhan  kebutuhan itu bisa dalam bentuk kebutuhan pokok atau kebutuhan sekunder. Entah itu kebutuhan pokok atau sekunder, yang pasti masyarakat mempunyai daya beli yang begitu kuat. Sebagai contoh, model pakaian atau tatanan rambut membawa pengaruh yang besar dalam upaya pasar memenuhi kebutuhan pasarnya. Dalam kolom Kompas dikatakan bahwa “Pada masa sulit seperti sekarang diperlukan kiat, kecerdasan, dan kejelian menangkap peluang pasar. Tawaran tidak boleh monoton sebab pembeli kian kritis dan cerdas melihat produk. Jika yang disodorkan biasa-biasa saja, jangan harap berpeluang masuk ke ceruk bisnis yang masih terbuka.” Dengan memenuhi kebutuhan pasar, pekerjaan menjadi lancar. Jika kebutuhan pasar tidak dipenuhi, penjual akan sepi pembeli.

Sebagai anak Tuhan, kita tentunya tidak boleh patah arang melihat kelesuan pasar seperti sekarang ini. “Jika sekarang kebutuhan pasar sedang melunglai, itu merupakan fenomena biasa dari siklus ekonomi. Kelesuan ekonomi tidak akan berlangsung lama sebab ada desakan kebutuhan pasar.” Apa yang harus dilakukan oleh anak-anak Tuhan dalam menghadapi kelesuan pasar? Amsal memberikan contoh untuk tetap terus bertahan walaupun kita kecil dan lemah. “Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas, pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu, belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur, cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja” (Amsal 30:24-28). Amsal memberikan contoh bagaimana binatang-binatang itu tetap ulet, mampu bertahan, tidak putus asa, tetap bekerja dengan tekun dan setia. Pemeliharaan Tuhan tetap disediakan bagi mereka yang percaya pada pemeliharaan Tuhan. Bertahan dan berjuang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan baik. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *