Renungan

Menghina Sang Pencipta

Oleh: Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya

Siapa mengolok-olok orang miskin menghina Penciptanya; siapa gembira karena suatu kecelakaan tidak akan luput dari hukuman.

Amsal 17:5

Simpati dan empati. Dua kata yang berulang kali kita dengar dan ucapkan walau mungkin tanpa pernah memahami perbedaan mendasar di antara keduanya. Simpati berasal dari kata sun yang berarti bersama-sama, dan pathos yang berarti merasakan. Jadi, simpati berarti turut merasakan. Sementara empati berasal dari kata em yang berarti di dalam, dan pathos yang berarti perasaan. Jadi, secara harfiah, empati berarti di dalam perasaan (yang sama).

Sebuah kamus menuangkan perbedaan di antara kedua kata itu. Empati kita gunakan ketika kita pernah mengalami kejadian yang kurang lebih sama. Sebagai contoh, ketika seorang rekan mengalami patah tulang dan harus beristirahat selama tiga bulan, kita dapat mengatakan, “Saya turut berempati dengan keadaanmu,” hanya jika kita pernah mengalami hal yang kurang lebih sama, yakni pernah patah tulang dan beristirahat dalam jangka waktu yang panjang. Sementara itu, jika kita belum pernah mengalaminya, lebih tepat bila kita berkata, “Saya bersimpati dengan keadaanmu. Semoga segera pulih.”

Walaupun makna kata simpati dan empati itu berbeda, keduanya tetap mengajak kita untuk peduli pada kondisi orang lain, bukan mengabaikan atau justru mengolok-olok orang lain dalam kondisinya yang buruk.

“Siapa mengolok-olok orang miskin menghina Penciptanya; siapa gembira karena suatu kecelakaan tidak akan luput dari hukuman” (Amsal 17:5).

Amsal ini adalah peringatan bagi orang-orang yang menertawakan kondisi buruk yang terjadi pada orang lain. Ada Tuhan yang melihat dan menilai sikap kita terhadap kondisi buruk orang lain.

Mari kita nyatakan kepedulian terhadap kondisi orang lain yang kurang baik. Kepedulian itu bisa mewujud dalam bentuk simpati (jika kita belum pernah merasakan hal yang kurang lebih sama) atau empati (jika kita sudah pernah merasakan hal yang sama). Yang jelas, kepedulian itu berarti bagi sesama.

Simpati atau empati pasti menenangkan hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *