Renungan Berjalan bersama Tuhan

Menimbang Jawaban

Menimbang Jawaban

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

“Hati orang benar menimbang-nimbang jawabannya, tetapi mulut orang fasik mencurahkan hal-hal yang jahat” (Amsal 15:28)

Kalau kita mengamati pergaulan dan relasi sosial di antara kita, kita akan menemukan keunikan yang luar biasa. Tuhan menciptakan manusia begitu unik, dan yang lebih menarik adalah tidak ada satu pun orang yang sama persis dengan orang lain. Sekalipun mereka adalah saudara kembar, berasal dari satu sel telur, tetap saja ada perbedaan di dalam diri keduanya, baik perbedaan karakter, sifat, kebiasaan, tutur kata, hobi, dan sebagainya. Salah satu yang diungkapkan oleh Amsal adalah perkataan yang diucapkan kepada orang lain. Bagi Amsal, setiap perkataan yang keluar dari mulut kita pasti ada sumbernya, yaitu dari hati yang kemudian dibantu oleh pikiran atau rasio.

Pikiran itu yang menata kata-kata menjadi kalimat, yang kemudian diungkapkan kepada orang lain. Ada jarak waktu yang sangat cepat yang ditempuh dari hati menuju pikiran untuk mengeluarkan kata-kata; tetapi ada juga waktu jeda, waktu yang tidak begitu cepat berjalan sehingga masih perlu beberapa detik untuk memikirkan apa yang akan dikatakan. Berbeda dengan orang yang mempunyai kebiasaan ceplas-ceplos. Kebiasaan ini secara umum sudah tidak membutuhkan rasio lagi. Kebiasaan untuk berbicara spontan, otomatis keluar, seperti orang yang menyalakan lampu, tinggal pencet tombol langsung nyala; seperti bensin dan api, tinggal disulut, langsung terbakar. Itulah sebabnya orang yang mempunyai kebiasaan ceplas-ceplos sama sekali tidak memikirkan apa yang dikatakannya kepada orang lain. Misalnya, ia terbiasa berbicara kotor atau begitu mudah memaki-maki orang lain. Jelas bahwa kata-kata kotor yang seperti itu tidak sempat singgah ke pikirannya. Kata-kata itu secara spontan diucapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *