Renungan

Menimbun Bara Api

Menimbun Bara Api

 

Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air. Karena engkau akan menimbun bara api di atas kepalanya, dan TUHAN akan membalas itu kepadamu.

(Amsal 25:21-22)

 

The Bible tell us to love our neighbors, and also to love our enemies; probably because generally they are the same people (G.K. Chesterton). Terjemahannya: Alkitab mengajarkan kepada kita untuk mengasihi tetangga kita, dan juga mengasihi musuh-musuh kita, mungkin karena mereka pada umumnya adalah orang-orang yang sama. Kalimat bijak dari G.K. Chesterton ini menunjukkan kepada kita bahwa relasi antarmanusia tidak selalu berjalan mulus. Kadang kala ada pertikaian yang menyebabkan kawan berubah menjadi lawan. Nah, bagaimana pada umumnya kita memperlakukan lawan kita?

 

“Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air. Karena engkau akan menimbun bara api di atas kepalanya, dan TUHAN akan membalas itu kepadamu” (Amsal 25:21-22).

 

Amsal ini memberikan petunjuk bagi kita bagaimana seharusnya memperlakukan lawan. Yang mengejutkan, Amsal ini mengajak kita untuk tetap memperlakukan lawan dengan penuh kasih: Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan … dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum ….

 

Tindakan kasih ini mempunyai tujuan yang jelas, yakni menimbun bara api di atas kepalanya. Menimbun bara api di atas kepala bukan upaya untuk menyakiti, tetapi kalimat bermakna kiasan ini mempunyai arti menggugah kesadaran orang yang memusuhi kita lewat tindakan kebaikan.

 

Jadi ubahkanlah lawan kita dengan menjadikannya kawan melalui tindakan kasih.

(Wahyu Pramudya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *