Khotbah Perjanjian Baru

Menjadi Agen Perubahan

Namun Tuhan berkata: “”Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.” Dengan kata lain Tuhan berkata kepada Ananias: “Jangan takut, pergi saja, Aku akan mengubahnya sehingga dia bukan saja tidak akan menganiaya dan membunuh orang Kristen lagi, dia bahkan akan memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa lain. Dia itu alat pilihan bagiku.”

Luar biasa, Tuhan itu, bukan? Sejak di dalam kandungan Tuhan sudah memilih Paulus, padahal Tuhan tahu apa yang akan Paulus lakukan di dalam ketidak mengertiannya. Maka, jangan menghakimi orang-orang yang saat ini hidupnya rusak dan banyak berbuat dosa. Siapa tahu, dia adalah alat pilihan Tuhan. Hanya saja Tuhan masih membiarkan dia memilih jalannya sendiri.

Kedua, jangan berusaha “menolong” Tuhan, untuk mengubah orang lain dengan kekuatan dan cara-cara manusia, karena hal itu bukan hanya sia-sia, melainkan juga akan memperburuk keadaan. Perubahan hidup yang sejati hanya bisa terjadi melalui perjumpaan pribadi dengan Tuhan dan perjumpaan dengan Tuhan terjadi atas inisiatif Tuhan serta kesediaan orang tsb untuk menerima anugerah Allah. Kalau orang tsb tidak sadar bahwa ada masalah di dalam dirinya yang perlu diselesaikan dan oleh karenanya tidak memiliki kehendak untuk diubahkan, usaha apa pun akan sia-sia.

Ketiga, bekerja di tempat Tuhan sedang bekerja.

Apa yang jemaat mula-mula lakukan untuk menghadapi serangan teroris seperti Paulus? Melawan? Tidak mungkin? Menegur bahwa perbuatan mereka salah? “Ula marani gebug”! Menasihati orang-orang yang pro mereka agar sadar bahwa mereka salah? Akan memperburuk keadaan, sebab orang-orang tsb akan melaporkan semua yang kita katakan kepada mereka dan hasilnya, mereka sendiri diserang. Mereka ada di posisi lemah. Tidak ada usaha manusia apapun yang bisa mereka lakukan. Meskipun demikian, jangan pernah lupa, mereka bisa berdoa dan  doa orang yang benar besar kuasanya (Yak 5:16b)

Sementara berdoa, mereka juga tetap memberitakan Injil di tempat-tempat yang masih mungkin dilakukan. Dunia ini sangat luas, masih sangat banyak orang yang belum mendengar Injil, apa lagi saat itu, Injil masih hanya diberitakan di Yerusalem. Tidak boleh memberitakan Injil di Yerusalem, ya pergi ke tempat lain. (Kis 8:1b, 8:4). Hasilnya, Injil tersebar ke seluruh dunia, banyak orang dari berbagai bangsa menjadi percaya dan gereja-gereja baru didirikan. Sementara mereka memberitakan Injil diberbagai tempat, pada saat-Nya Tuhan bekerja dengan cara-Nya, mengubah Paulus dari teroris menjadi pemberita Injil yang luar biasa.

Kalau kita berdoa, apa yang kita doakan? Terkadang kita harus menaikkan doa berkat, karena orang jahat adalah orang yang jauh dari berkat Tuhan. Tetapi terkadang kita justru harus berdoa meminta agar orang itu gelisah, tidak ada damai, merasakan kekosongan dalam hati yang menggigit sehingga dia mencari Tuhan. Paulus bahkan pernah menasihatkan agar orang yang demikian, tubuhnya diserahkan kepada iblis supaya selamat dari kebinasaan kekal (1 Kor 5:5, 1 Tim 1:20)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *