Renungan Berjalan bersama Tuhan

Menjaga Mulut

Menjaga Mulut

oleh: Pdt. Nathanael Channing

 

“Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan” (Amsal13:3).

Dalam tubuh kita banyak sarana yang dipersiapkan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri maupun orang lain, melalui seluruh anggota tubuh yang berfungsi sempurna. Dari kepala sampai kaki, semua anggota tubuh kita tidak ada satu pun yang tidak berfungsi. Dari ujung rambut sampai telapak kaki, semuanya berguna serta mempunyai tugas dan peran masing-masing. Pancaindra, tangan, kaki, dan organ lainnya menjalankan tugas masing-masing secara harmonis tanpa saling bertentangan. Setiap anggota tubuh dapat berperan dan menghasilkan sesuatu dalam kehidupan, baik dampak positif maupun negatif, baik atau buruk, berkat atau kesusahan, sukacita atau dukacita! Tangan bisa dipakai untuk memberikan salam tetapi bisa juga dipakai untuk memukul, menuding, atau menampar. Jadi, setiap anggota tubuh kita bisa memberikan dampak yang bermacam-macam.

Amsal mengingatkan bahwa “mulut” bisa memberikan dampak yang sangat besar dalam kehidupan kita.  Mulut perlu dijaga untuk menciptakan keadaan dan situasi yang aman tenteram. Bagi Amsal, mulut dijaga supaya apa yang dikatakan mendatangkan kebaikan, damai, syalom, sukacita, ketenangan …. Orang yang menjaga mulutnya akan memelihara nyawanya karena mulut yang dijaga akan memberikan berkat. Sebaliknya, orang yang lebar bibirnya suka bicara apa saja dan semaunya. Yang dikatakan menyakiti, nylekit, pedas didengar, kotor, tidak pantas dikatakan, makian, negatif, tidak ada kebenaran …. Orang yang tidak dapat mengontrol mulutnya akan binasa, karena yang diucapkan mendatangkan bumerang bagi dirinya sendiri. Orang yang tidak bisa mengontrol kata-katanya pasti tidak disukai orang, bahkan dapat membuat orang lain tersinggung, sakit hati, dan akhirnya timbul konflik. Dalam konteks inilah Amsal mengingatkan agar kita menjaga mulut. Amin.

 

Pokok Doa:

  • Tuhan, sering kali aku tidak mampu mengontrol apa yang kukatakan, bahkan cenderung lebih banyak bicara dan mau menguasai semua pembicaraan. Ampuni aku dan tolonglah aku untuk terus belajar agar kata-kata yang keluar dari mulutku dapat menjadi berkat, meneguhkan, dan penuh kasih bagi orang lain.
  • Tuhan, pimpinlah kami sebagai gereja, agar dalam komunitas anak-anak Tuhan dapat memberikan teladan yang baik dalam hal berkata-kata. Sering kali tanpa disadari kata-kata justru paling banyak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Orang menjadi tidak mau percaya karena mendengar kata-kata kami yang tidak membangun dan meneguhkan. Ampuni kami kalau kata-kata kami menjadi batu sandungan. Tuhan,tolong kami agar terus belajar membangun relasi dengan kata-kata yang mengasihi.

 

 

2 thoughts on “Menjaga Mulut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *