Renungan Berjalan bersama Tuhan

Menolong Tanpa Pamrih

Menolong Tanpa Pamrih

2 Korintus 5:20-21

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Di hari libur si kecil Surya, anak semata wayang keluarga Yahya yang masih duduk di kelas 3 SD, mengajak sahabatnya A Hong berekreasi ke Taman Safari. Persahabatan mereka terjalin dengan sangat baik, salah satunya karena keluarga A Hong berprinsip bahwa manusia hidup untuk menolong sesama. Mereka meyakini bahwa orang yang suka menolong pasti kelak akan mendapatkan pertolongan saat berada di dalam kesulitan. Prinsip yang diterapkan secara turun-temurun itu terlihat jelas tatkala Surya singgah ke rumah keluarga A Hong. Ia pun mendapati bahwa A Hong sangat menghormati orangtuanya.

Pada suatu kesempatan, Surya bercakap-cakap dengan A Kiat, ayah A Hong. “Jika memang manusia yang berbuat baik akan mendapatkan balasan yang baik juga, bagaimana dengan Yesus, Oom? Dia sungguh baik, suka menolong, menyembuhkan orang sakit dan orang kerasukan setan, bahkan membangkitkan orang mati. Tapi mengapa Dia harus mati dengan cara disalibkan?” Pertanyaan ini membuat A Kiat bungkam. Ia berjanji akan mencari tahu jawabannya karena ia sendiri tidak mengenal siapa Yesus. Dari seorang teman Kristen, A Kiat mengetahui bahwa Yesus datang untuk menebus dosa manusia yang jahat. Perbuatan baik manusia didasari oleh keinginan untuk mendapatkan imbalan atau balas jasa. Sedangkan perbuatan jahat akan menuntun manusia untuk membalas dendam dan hidup di dalam kebencian. Dosa menghambat manusia untuk mengampuni dan diampuni. Hanya Yesus yang bisa menebus kesalahan manusia. Itulah sebabnya Dia yang tidak berdosa dijadikan berdosa, tidak bersalah dijadikan bersalah agar Dia dapat menebus manusia yang percaya kepada-Nya. Paulus berkata, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (2 Korintus 5:21). Penjelasan yang singkat namun jelas ini disampaikannya kepada Surya. Dengan polos Surya mengungkapkan keinginannya agar mereka pergi beribadah di gereja, ia ingin pergi ke Sekolah Minggu bersama A Hong. Kepolosan bocah ini menggiring keluarga sahabatnya untuk mengenal kasih dan anugerah Tuhan. Akhirnya, mereka benar-benar menemukan sukacita sejati di dalam Yesus. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, jadikan aku sahabat yang baik, baik dalam pergaulan sehari-hari maupun dalam pekerjaan dan pelayanan. Mampukan aku untuk terus menceritakan kasih karunia-Mu yang menyelamatkan semua orang yang percaya kepada-Mu.
  2. Tuhan, tolonglah agar dalam kehidupan bergereja, kami mampu menciptakan persahabatan yang sejati. Pakailah semua program pelayanan gerejawi menjadi sarana agar mereka yang belum percaya dapat mengenal karunia keselamatan yang ditawarkan oleh Yesus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *