Renungan

Menyalahgunakan Kebaikan

Menyalahgunakan Kebaikan

 

Siapa membalas kebaikan dengan kejahatan, kejahatan tidak akan menghindar dari rumahnya.

(Amsal 17:13)

 

Ada pepatah yang berbunyi demikian, “Seperti air susu dibalas air tuba.” Pepatah ini ingin mengambarkan tindakan kebaikan yang dibalas dengan kejahatan. Tentu saja hal seperti ini tidak seharusnya terjadi. Namun, pada kenyataannya kita mungkin pernah mengalaminya. Pernahkah kebaikan kita dibalas dengan kejahatan? Apa yang kita rasakan?

 

“Siapa membalas kebaikan dengan kejahatan, kejahatan tidak akan menghindar dari rumahnya” (Amsal 17:13). Amsal membahas selangkah lebih jauh dari pepatah “seperti air susu dibalas air tuba”. Apa yang akan terjadi dengan orang yang membalas kebaikan dengan kejahatan? Amsal ini menegaskan kejahatan tidak akan menghindar dari rumahnya. Orang yang membalas kebaikan dengan kejahatan akan dihancurkan oleh konsekuensi kejahatannya sendiri. Mungkin ada kejahatan yang lolos dari hukum manusia, tetapi tidak akan pernah lolos dari keadilan Tuhan. Amsal ini menegaskan keadilan Tuhan.

 

Kebaikan layak berbalas kebaikan. Bila kita tidak mampu melakukan kebaikan yang sama, setidaknya ada kata terima kasih bagi mereka yang berbuat baik. Bahkan bila kita tidak mampu untuk berkata terima kasih, tak selayaknya kita berbuat jahat kepada mereka yang telah melakukan kebaikan.

 

Berhentilah memanfaatkan atau menyalahgunakan kebaikan orang lain. Orang tersebut mungkin tidak mengetahuinya, tetapi ada mata Sang Pencipta yang mengamati hal itu.

 

(Wahyu Pramudya)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *