Renungan Berjalan bersama Tuhan

Menyenangkan Hati Allah

Menyenangkan Hati Allah

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Mazmur 147:1-20

Kita sebagai orangtua pasti senang sekali bila anak-anak kita dapat menyenangkan hati kita sekalipun itu bukan tujuan utama kita sebagai orangtua. Secara umum dapat dipastikan bahwa semua orangtua mempunyai harapan setelah anak-anaknya dewasa: ingin anaknya menjadi orang dewasa yang baik, takut akan Tuhan, sukses dalam karier, dan dapat menyenangkan hatinya. Tidak ada satu pun orangtua yang senang ketika anak-anaknya yang sudah dewasa menjadi orang yang bermoral rusak, memiliki keluarga yang berantakan, dan menyusahkan hatinya. Menyenangkan hati tidak ada kaitannya dengan “setor uang jasa”, saat ketika setiap bulan anak-anak mengirimkan uang bagi orangtua mereka. Sekalipun bisa saja dalam bentuk seperti itu, tetapi bukan semata-mata itu. Menyenangkan hati bisa dalam bentuk berbicara, berbagi pengalaman, pergi dan makan bersama, menaruh perhatian, dan sebagainya. Juga bisa dalam bentuk masih mau mendengarkan nasihat orangtua dan menuruti kehendak orangtua. Itulah bentuk-bentuk sikap yang menyenangkan hati orangtua.

Tuhan juga senang dengan sikap-sikap yang demikian! Pemazmur berkata, “Tuhan senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya” (Mazmur 147:11). Yang dimaksud dengan “orang-orang” adalah umat-Nya. Bagaimana kita dapat menyenangkan hati Tuhan? Pemazmur mengungkapkan, “Takut akan Dia.” Jelas pengertian takut di sini bukan seperti seseorang yang dikejar-kejar polisi karena perbuatan jahatnya. Takut berarti taat melakukan kehendak-Nya, apa yang Tuhan ingin kita kerjakan di dunia ini kita lakukan dengan segenap hati. Jika demikian, maka kita harus senantiasa mencari tahu kehendak Tuhan dalam hidup kita, kita harus terus-menerus mencari pimpinan Tuhan melalui kebenaran firman-Nya, dan firman-Nya itu harus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita sama sekali tidak pernah membaca firman Tuhan, mencoba belajar untuk mengerti firman Tuhan, maka jelas itu bentuk nyata bahwa kita tidak takut akan Tuhan. Bagaimana mungkin kita bisa mengerti kehendak Tuhan bila tidak membaca firman Tuhan? Dari mana kita bisa takut akan Tuhan bila kita tidak tahu apa yang dikehendaki-Nya? Hanya melalui firman Tuhan, kita baru bisa mengetahui apa yang harus kita lakukan dengan setia. Itulah yang menyenangkan hati Tuhan.

Bentuk lain untuk menyenangkan hati Tuhan adalah dengan “berharap akan kasih setia-Nya”. Tuhan senang kepada anak-anak-Nya yang selalu berharap akan kasih setia-Nya. Mengapa Tuhan senang? Karena dengan demikian kita senantiasa bergantung pada Tuhan. Orang yang tidak pernah bergantung pada Tuhan adalah orang yang menganggap diri mampu mengatasi segala perkara dalam hidupnya, kuat untuk menjawab segala tantangan yang terjadi. Sedangkan orang yang bergantung pada Tuhan adalah orang yang menyadari betapa dirinya terbatas, tidak mampu, dan tidak tahu apa yang akan terjadi pada hari esok. Oleh karena itu, jalan yang terbaik dalam hidup ini adalah selalu berharap pada kasih setia Tuhan. Orang yang demikian adalah orang-orang yang menyenangkan hati Tuhan dan Tuhan pasti menuntun, mengasihi, dan menyayanginya. Dia tidak pernah meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *