Renungan Berjalan bersama Tuhan

Mereka yang Tidak Mampu

Mereka yang Tidak Mampu

Keluaran 22:21-27

Oleh: Pdt. Nathanael Channing

Allah memperhatikan kehidupan seluruh umat manusia dengan sangat mendetail. Bukan hanya umat Israel, melainkan juga semua manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya. Tidak hanya menciptakan manusia, Tuhan juga memberikan aturan-aturan kehidupan sosial masyarakat sebagai pedoman manusia dalam menjalin relasi dengan sesamanya.

Tuhan memerintahkan agar jangan sekali-kali kita menindas orang asing, baik itu orang asing yang numpang lewat atau singgah atau tinggal bersama-sama dengan kita. Mengapa Tuhan memperhatikan bagian ini? Hidup sebagai orang asing, jauh dari sanak saudara, sahabat, dan orang-orang dekat yang sewaktu-waktu bisa dimintai bantuan tidaklah mudah. Tuhan berfirman kepada umat-Nya agar menjadi saudara bagi orang asing. Demikian pula ketika kita berjumpa dengan orang-orang yang kurang mampu, para janda, dan anak yatim piatu yang sangat membutuhkan pertolongan dan kekuatan. Apa yang dikatakan Tuhan kepada Israel? “Maka apabila ia berseru-seru kepada-Ku, Aku akan mendengarkannya, sebab Aku ini pengasih” (Keluaran 22:27).

Dengan jelas Tuhan mengatakan bahwa “Aku akan mendengarkannya”. Dia bukan Allah yang berpangku tangan atau tidak peduli dengan penderitaan manusia. Allah juga tidak meninggalkan manusia dalam kesengsaraan dan kesusahan. Dia juga bukan Allah yang memalingkan muka-Nya dari mereka yang sedang susah. Tuhan menyatakan sifat-Nya sebagai Allah yang pengasih kepada Israel. Sebagai umat yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, maka sifat pengasih itu juga seharusnya ada di dalam diri ciptaan-Nya.

Sifat pengasih seharusnya kita tunjukkan dalam relasi bermasyarakat dengan siapa pun dan di mana pun kita berada. Dengan kata lain, pernyataan kasih Allah diwujudkan melalui kehidupan umat Tuhan sendiri yang mau berbagi dengan sesama. Tuhan memberkati dan mencukupi kita bukan untuk kepentingan dan kepuasan diri sendiri, melainkan untuk berbagi dengan orang lain. Dalam menjalani hidup ini, kita dipanggil untuk peka terhadap orang-orang yang berada di sekitar kita. Saling memperhatikan dan saling mengasihi menjadi panggilan hidup kita sehari-hari. Amin.

Pokok Doa:

  1. Tuhan, ajarlah aku untuk peka dan memiliki belas kasihan kepada mereka yang kecil, terabaikan, dan tersisih dalam kehidupan masyarakat, serta mereka yang menjadi orang asing baik dalam keluarga, pekerjaan, dan pelayananku.
  2. Tuhan, kami berdoa agar gereja memiliki kepekaan terhadap mereka yang terasing, tersisih, dan kurang diperhatikan. Kiranya program pelayanan yang dikerjakan tidak hanya terbatas pada aktivitas, tetapi benar-benar melayani mereka yang membutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *