Khotbah Perjanjian Lama

Mewaspadai Tipu Muslihat Iblis

Orang-orang Eskimo yang hidup di Kutub Utara, memiliki cara unik menangkap beruang liar. Mereka membuat pisau tajam panjang yang bermata dua, lalu melumuri bagian atasnya dengan darah binatang segar. Darah itu membeku menjadi seperti es krim darah. Lalu diletakkan di beberapa tempat dimana beruang-beruang liar suka melewatinya. Saat beruang-beruang liar melihat es krim darah itu mereka akan menjilatinya. Pada waktu darah yang dijilati itu habis, maka darah segar yang berasal dari lidahnya sendiri akan disangkanya darah segar yang enak. Maka beruang-beruang itu akan lebih semangat lagi menjilatinya. Mereka tidak sadar bahwa darah segar itu adalah darahnya sendiri. Lambat laun beruang-beruang itu akan kehabisan darah, menjadi lemas dan pingsan ataupun mati.

Ini merupakan gambaran dari manusia yang terperangkap oleh tipu muslihat iblis untuk melakukan berbagai-bagai dosa. Mereka tidak menyadari bahwa dosa yang kelihatannya menyenangkan itu ternyata lambat laun membawa kematian bahkan maut. Betapa dahsyatnya tipu muslihat iblis yang menjatuhkan manusia ke dalam dosa. Karena Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, maka seluruh manusia keturunannya hidup dalam dosa. Tetapi syukur kepada Tuhan, karena ada kebenaran yang jauh lebih dahsyat daripada dosa dan akibatnya. Yaitu keselamatan dalam Yesus. Dalam Yesus setiap manusia yang berdosa mendapatkan keselamatan. “Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar” (Roma 5:18-19).

Pada saat manusia menyadari bahwa mereka telah jatuh dalam dosa, mereka mau mengatasi dosa mereka dengan usaha melakukan suatu perbuatan. “Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang, lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat” (ayat 7). Namun usaha ini adalah sia-sia. Usaha ini seperti yang dilakukan orang-orang beragama di dunia ini. Mau mengatasi dosa dengan perbuatan “baiknya”. Dosa hanya dapat diatasi dengan cara Allah. Dalam Kejadian 3:21 Alkitab mencatat, “Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya, lalu mengenakannya kepada mereka.” Ini merupakan gambaran bahwa untuk mengatasi dosa harus ada yang dikorbankan. Dan pengorbanan sejati yang menyelamatkan adalah pengorbanan dari sang Anak Domba, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Ia mati dikayu salib untuk menanggung hukuman atas dosa-dosa orang percaya. Ia membebaskan kita dari perbudakan dosa.

Bagi kita yang dimerdekakan dari dosa, sudah seharusnya kita hidup bagi kemuliaan Allah. Memiliki hati untuk hidup bagi kemuliaan Allah hanya bisa kita miliki jikalau kita betul-betul menyadari betapa mulianya penebusan Allah dlm Kristus yg telah membebas kan kita dari perbudakan dosa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *