Khotbah Perjanjian Lama

Mewaspadai Tipu Muslihat Iblis

Pada umumnya manusia menjadi meragukan kasih Allah tatkala menhadapi berbagai-bagai tantangan, penderitaan dan kesulitan hidup. Isteri Ayub contohnya. Pada saat Ayub kehilangan kekayaannya; lalu kehilangan ke sepuluh anak-anaknya; kemudian Ayub kehilangan kesehatannya, maka isteri Ayub menjadi meragukan kasih dan kebaikan Allah kepada mereka. Ia kemudian berkata kepada Ayub, “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!” (Ayub 2:9). Dalam hal ini iblis telah berhasil membuat isteri Ayub meragukan kasih Allah kepadanya. Orang-orang yang terkena tipu muslihat iblis sehingga meragukan kasih dan kebaikan Allah juga mereka yang Tuhan Yesus sebutkan di perumpamaan tentang seorang penabur. “Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah” (Matius 13:20-22).

Untuk mengatasi hal ini, maka kita perlu terus-menerus membina relasi kita dengan Tuhan. Berdoa dan belajar firman Tuhan merupakan alat-alat anugerah Allah agar kita dapat bertumbuh dalam iman dan tidak mudah diombang-ambingkan tipu muslihat iblis. Apalagi sampai meragukan kasih dan kebaikan Allah bagi kita. Membuat kita berpandangan bahwa hidup dalam dosa itu menyenangkan Hawa menegaskan bahwa semua buah dari pohon-pohon yang ada di taman boleh dimakan buahnya, kecuali buah dari pohon yang ada ditengah-tengah taman. “Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati” (ayat 3). Tetapi iblis menjawab Hawa dengan menekankan bahwa melakukan hal yang dilarang Allah itu tidak akan membawa kepada kematian, sebaliknya justru menyenangkan. Iblis mengatakan, “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan jahat” (ayat 4-5).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *