Khotbah Perjanjian Lama

Mewaspadai Tipu Muslihat Iblis

Ini merupakan gambaran dari manusia yang terperangkap oleh tipu muslihat iblis untuk melakukan berbagai-bagai dosa. Mereka tidak menyadari bahwa dosa yang kelihatannya menyenangkan itu ternyata lambat laun membawa kematian bahkan maut. Betapa dahsyatnya tipu muslihat iblis yang menjatuhkan manusia ke dalam dosa. Karena Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, maka seluruh manusia keturunannya hidup dalam dosa. Tetapi syukur kepada Tuhan, karena ada kebenaran yang jauh lebih dahsyat daripada dosa dan akibatnya. Yaitu keselamatan dalam Yesus. Dalam Yesus setiap manusia yang berdosa mendapatkan keselamatan. “Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar” (Roma 5:18-19).

Pada saat manusia menyadari bahwa mereka telah jatuh dalam dosa, mereka mau mengatasi dosa mereka dengan usaha melakukan suatu perbuatan. “Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang, lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat” (ayat 7). Namun usaha ini adalah sia-sia. Usaha ini seperti yang dilakukan orang-orang beragama di dunia ini. Mau mengatasi dosa dengan perbuatan “baiknya”. Dosa hanya dapat diatasi dengan cara Allah. Dalam Kejadian 3:21 Alkitab mencatat, “Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya, lalu mengenakannya kepada mereka.” Ini merupakan gambaran bahwa untuk mengatasi dosa harus ada yang dikorbankan. Dan pengorbanan sejati yang menyelamatkan adalah pengorbanan dari sang Anak Domba, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Ia mati dikayu salib untuk menanggung hukuman atas dosa-dosa orang percaya. Ia membebaskan kita dari perbudakan dosa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *