Khotbah Perjanjian Lama

Mewaspadai Tipu Muslihat Iblis

Bagi kita yang dimerdekakan dari dosa, sudah seharusnya kita hidup bagi kemuliaan Allah. Memiliki hati untuk hidup bagi kemuliaan Allah hanya bisa kita miliki jikalau kita betul-betul menyadari betapa mulianya penebusan Allah dlm Kristus yg telah membebas kan kita dari perbudakan dosa.

Beberapa tahun yang lalu ada seorang pria tinggal di Jakarta yang hidup berkanjang dalam dosa. Bukan hanya dia suka mabuk-mabukan, berjudi, berjinah, tapi juga menjadi pengedar obat-obat terlarang. Karena pekerjaannya menjadi penjual obat-obat terlarang ini, dia sering menjadi kejaran polisi. Beberapa kali saat pria ini menjual obat-obat terlarang di suatu hotel dan polisi mau menangkapnya, dia selalu lolos. Hal ini membuat dirinya berpikir bahwa Tuhan “melindungi” bisnis ilegalnya. Suatu kali bersama teman-temannya pria ini diajak menghadiri pesta pemakaian obat-obat terlarang di pulau Bali selama seminggu lebih. Pada hari kedua dia mengikuti pesta ini, pria ini mengalami kejadian yang aneh. Saat dia masuk ke suatu toilet dan melihat wajahnya di cermin dengan beberapa rambutnya yang mulai memutih, tiba-tiba dia merasa hidupnya tidak berarti. Dia tiba-tiba ingat cerita-cerita Alkitab yang dia dapatkan di Sekolah Minggu bertahun-tahun yang lampau.

Karena kejadian tersebut, hari itu juga ia memaksa diri untuk terbang kembali ke Jakarta. Sampai di Jakarta ia tidak kembali ke rumahnya, melainkan ia pergi ke rumah mamanya. Ternyata di rumah mamanya sedang ada persekutuan yang diadakan oleh suatu gereja. Pria itu diam-diam duduk di barisan paling belakang dan mengikuti persekutuan tersebut. Di persekutuan itu tidak ada khotbah. Acaranya hanya membaca Alkitab, berdoa dan menyanyi memuji Tuhan. Tapi Tuhan bekerja menyentuh hatinya. Pria itu merasa telah menyia-nyiakan hidupnya selama ini. Ia diam-diam mengambil keputusan untuk bertobat dan menyerahkan kepada Tuhan sisa hidupnya untuk hidup bagi Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *