Khotbah Perjanjian Lama

Musim-musim Kehidupan

Nah, kalau tidak mengerti, bukannya datang kepada Tuhan, kita sering cari ngerti di tempat lain. Ini yang berbahaya. Namun, melalui ayat ini, kita diingatkan satu hal yang sangat penting bahwa pergerakan dari kutub kehidupan kita yang satu ke kutub yang lain… dari satu musim kehidupan yang satu ke musim yang lain, Tuhan tetap bekerja. Tangan Allah bekerja. Nah, ini yang luar biasa. Mungkin sering kali dalam hidup ini kita berseru, “Tuhan mengapa Engkau mengizinkan hal ini terjadi. Aku tidak tahu Tuhan. Aku tidak bisa menyelami Tuhan.” Justru ketika itulah saatnya kita senantiasa bergantung pada Tuhan. Tuhan tidak selalu berikan jawaban. Namun sekali lagi, sekalipun tidak ada jawaban, Tuhan memberikan kepastian, Aku bekerja di dalam musim hidupmu.

Saudara, melalui bagian ini kita juga diingatkan saat kita tidak tahu, jangan banyak bicara. Ada saatnya berdiam diri, begitu nasihat sang Pengkhotbah. Karena kita manusia ini bukan Allah, sehingga akan selalu ada banyak misteri dan pertanyaan yang tak terjawab. Tidak ada gunanya berpikir bahwa kita, sebagai manusia semata-mata, akan mampu menjawab semuanya. Jangan mencoba bermain menjadi Allah, sekalipun kita diciptakan sesuai gambar Allah. Ia kekal, dan gambar itu tertanam secara mendalam dalam diri kita. Jadi, kita tidak akan pernah menemukan kepuasan kecuali di dalam hubungan dengan Dia. Semua jalan lain menuju kesenangan pada akhirnya akan membuat kita resah dan tidak puas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *