Renungan

Nama Baik

Nama Baik

Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik daripada perak dan emas.

(Amsal 22:1)

 

“Saya bisa bangkit dari kebangkrutan, padahal saya sudah tidak punya apa-apa lagi. Selama ini saya bekerja keras dan bersikap jujur sehingga ketika tertipu habis-habisan, saya masih bisa mendapatkan pinjaman modal kerja dari teman-teman. Tidak ada jaminan apa pun, kecuali nama saya. Saya bersyukur bisa mendapatkan kepercayaan teman-teman,” begitu tutur seorang pria dalam sebuah percakapan dengan saya. Kisah ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya nama baik.

 

“Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar” (Amsal 22:1). Mengapa? Sebab kekayaan dapat hilang, sementara nama baik akan terus dikenang. Jika kita mempunyai nama baik, maka orang lain akan dengan senang hati menjalin relasi. Relasi yang baik adalah landasan yang kuat untuk bisnis dan kehidupan, bukan?

 

“Dikasihi orang lebih baik daripada emas dan perak” (Amsal 22:1). Amsal ini adalah nasihat agar kita tidak mengkhianati orang lain demi emas atau perak. Emas dan perak memang berharga, tetapi jangan sampai kita mengumpulkannya dengan menyakiti hati orang lain.

Jangan korbankan nama baik demi keuntungan sesaat. Jangan mengkhianati orang karena harta. Peliharalah nama baik dan relasi yang penuh kasih dengan orang lain sebab inilah modal-modal utama kehidupan.

(Wahyu Pramudya)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *